PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) terus memperkuat portofolio bisnisnya dengan membangun pabrik Hidrogen Peroksida (H₂O₂) di Kabupaten Serang, Banten.

Dana yang digunakan untuk pembangunan pabrik tersebut bersumber kredit bank sindikasi sejumlah Rp 600 miliar. PT Hidrogen Peroxida Indonesia, anak usaha SGER, telah menandatangani perubahan kedua perjanjian kredit tersebut dengan sejumlah bank nasional.

Seperti, PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), kemudian PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT BPD Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat, PT BPD Kalimantan Tengah, PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), PT BPD Sumatera Barat, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), serta PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

Sekretaris Perusahaan SGER Michael Harold menyampaikan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio bisnis di sektor energi dan kimia dasar.

“Pada 26 Agustus 2025, perseroan melalui anak usahanya telah menandatangani perubahan kedua perjanjian kredit sindikasi menjadi Rp 600 miliar dari sejumlah bank nasional,” jelas dia dalam penjelasan resminya kepada BEI, Rabu (27/8).

Emiten berkode saham SGER ini tercatat menggenggam sebanyak 46% saham PT Hidrogen Peroxida Indonesia. Adapun, pabrik H₂O₂ yang sedang dibangun di Serang ditargetkan menjadi salah satu penopang utama bisnis perseroan di sektor bahan kimia dasar, sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional yang membutuhkan bahan baku tersebut.

Sumber: investor.id