PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menepis rumor panas yang berkembang di pasar terkait potensi perubahan pemegang saham pengendali. Manajemen SOHO memastikan, Eng Liang Tan tetap menjadi pengendali perseroan.

Presiden Direktur SOHO Ery Yunasri mengungkapkan bahwa manajemen mencermati adanya rumor yang berkembang di pasar mengenai potensi perubahan pemegang saham pengendali. Manajemen telah mengonfirmasi langsung kepada pemegang saham utama pada 19 Oktober 2025.

“Hasilnya, hingga saat ini, tidak ada rencana, langkah, atau rencana konkret dari pemegang saham untuk menjual atau mengalihkan kepemilikan sahamnya sampai menyebabkan terjadi perubahan pemegang saham pengendali. Jadi, kami konfirmasi tidak ada perubahan pengendali sama sekali,” tegas Ery dalam paparan publik insidentil, Senin (10/11/2025).

Dilihat dari struktur kepemilikannya, Eng Liang Tan mengendalikan SOHO melalui dua entitas perusahaannya yaitu Tiberius 96 Pty Ltd dengan porsi kepemilikan sebanyak 37,91% saham dan Cascade Creek Pty Ltd dengan kepemilikan sebanyak 12,11% saham.

Sementara saham lainnya, masing-masing dipegang oleh Medisia Investment Holdings Pte Ltd sebesar 22,46% saham, Draburg Pty Ltd sebesar 9,47% saham, Tan Giok Nio sebesar 9% saham, dan publik mencapai 9% saham dari total saham SOHO yang beredar.

“Komposisi ini menunjukkan sampai saat ini struktur kepemilikan saham SOHO tidak berubah. Tidak terdapat perubahan struktur pemegang saham maupun pengendali. SOHO masih dikendalikan Eng Liang Tan melalui Tiberius dan Cascade Creek dengan akumulasi kepemilikan lebih dari 50% saham,” papar Ery.

Karena itu, dirinya memastikan, seluruh kegiatan bisnis SOHO tetap berjalan normal sebagaimana mestinya. Bahkan, secara operasional perseroan telah mencatatkan kinerja operasional yang stabil sesuai rencana bisnis. Pendapatan dari produk obat resep dan produk kesehatan tumbuh konsisten.

“Perseroan akan selalu transparan dan mematuhi peraturan serta mengungkapkan setiap informasi bersifat material sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),” imbuh Ery.

Suspensi Saham SOHO

Saat ini, BEI masih menghentikan sementara (suspended) perdagangan saham SOHO. Suspensi tersebut berlaku sejak perdagangan sesi I di pasar reguler dan tunai pada 29 Oktober 2025. Otoritas Bursa menilai, suspensi itu berkaitan dengan meningkatnya harga kumulatif saham SOHO secara signifikan.

Padahal, pada 28 Oktober 2025, Bursa baru saja membuka perdagangan saham SOHO setelah pada 27 Oktober 2025, otoritas pasar modal tersebut memberlakukan suspensi saham SOHO dengan alasan yang sama, yaitu kenaikan harga yang signifikan.

Secara kronologis, saham SOHO secara bertahap bergerak dari level 815 per saham menuju 1.635 per saham sepanjang periode 13–27 Oktober 2025 dan sempat terkoreksi ke level 1.050 per saham pada 23 Oktober 2025.

Terkait pergerakan harga saham tersebut, Ery menyatakan, manajemen telah menganalisis dan memastikan, tidak terdapat informasi bersifat material atau aksi korporasi yang belum diungkapkan manajemen SOHO kepada publik.

Atas dasar tersebut, manajemen meyakini, fluktuasi harga saham SOHO lebih disebabkan oleh faktor pasar secara umum, termasuk likuiditas perdagangan yang terbatas, sentimen investor di sektor kesehatan dan farmasi, serta kondisi makroekonomi global yang dinamis.

“Di luar faktor itu, kami berpendapat, kenaikan saham SOHO juga didorong oleh sentimen positif pasar, kinerja keuangan perusahaan, dan prospek bisnis perseroan yang dipandang stabil, solid, dan berkelanjutan,” tandas Ery.

Sumber: investor.id