JAKARTA – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) melompat 4,09% ke Rp 2.800 pada perdagangan Senin (26/5/2025) kemarin.
Sebanyak 186,81 juta saham ditransaksikan, frekuensi 27.528 kali, dan nilai transaksi Rp 519,15 miliar.
Saham TLKM paling diserbu asing kemarin. Di mana asing membukukan net buy senilai Rp 235 miliar.
Mandiri Sekuritas dalam Investor Digest tanggal 26 Mei melihat peluang perdagangan taktis di TLKM karena harga saham turun 4% pada Jumat yang mungkin didorong oleh pengecualian dari indeks SRI-KEHATI.
“Kami yakin rapat umum pemegang saham (RUPS) akan memberikan katalis langsung terhadap harga saham karena Telkom akan mengumumkan dividen tahunan – dengan potensi imbal hasil dividen satu digit yang tinggi pada harga saham saat ini – dan mencari persetujuan pemegang saham untuk program pembelian kembali saham,” terang Mandiri Sekuritas.
Broker tersebut merekomendasikan buy saham Telkom Indonesia dengan target harga Rp 3.500.
Telkom akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2025 atau pada Selasa besok. Rapat terdiri dari 6 mata acara. Salah satunya adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2024. Sepanjang tahun lalu, TLKM membukukan laba bersih diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 23,64 triliun.
Adapun untuk tahun buku 2023, Telkom membagikan dividen Rp 17,68 triliun atau Rp 178,5 per saham. Dividen itu setara 72% dari laba bersih tahun 2023 Rp 24,55 triliun.
Buyback
Selain itu, mata acara RUPST adalah persetujuan atas rencana buyback saham perseroan. Serta perubahan susunan pengurus perseroan.
Sebagaimana telah diungkap, Telkom (TLKM) berencana melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun.
Manajemen Telkom (TLKM) mengungkapkan bahwa melalui program share buyback oleh perseroan ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki perseroan.
“Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” sebut manajemen TLKM dalam keterbukaan informasi baru-baru ini.
Sumber : investor.id
Penulis : Thresa Sandra Desfika