PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menawarkan sebanyak 32.586.939.356 Obligasi Wajib Konversi (OWK) melalui skema rights issue atau penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I). Perseroan mematok harga pelaksanaan sebesar Rp100 per saham, sehingga dana yang akan terhimpun sejumlah Rp3,2 triliun.

Mengacu pada prospektus yang dipublikasi PACK ke Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten yang fokus menjadi perusahaan holding industri pertambangan dan investasi ini menawarkan OWK dengan nilai nominal Rp10 per unit OWK. Setiap lima saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 rights atau HMETD.

Kemudian, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu OWK seharga Rp100 per setiap unit OWK yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. “Jumlah dana yang akan diterima oleh perseroan dalam PMHMETD I ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp3,2 triliun,” tulis manajemen PACK dalam prospektus dikutip, Minggu (4/1/2026).

Sekitar 86,93% atau setara Rp2,8 triliun dari jumlah dana tersebut akan dialokasikan PACK untuk setoran modal dan pemberian pinjaman kepada entitas anak yaitu PT Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR) untuk keperluan pembayaran pembelian saham pada PT Konutara Sejati (KS) dan PT Karyatama Konawe Utara (KKU). Komposisinya, 30% akan disetorkan dalam modal APR dan SCR. Sedangkan, 70% akan disalurkan melalui pemberian pinjaman kepada APR dan SCR.

Sekitar 13,07% sisanya akan digunakan untuk keperluan modal kerja PACK berupa biaya operasional yaitu gaji manajemen dan karyawan, sewa kantor, perlengkapan kantor, biaya profesional/konsultan termasuk namun tidak terbatas pada jasa audit, perpajakan, dan biaya lainnya sehubungan dengan kegiatan perseroan sebagai perusahaan holding.

PACK menerbitkan OWK dalam PMHMETD I ini tanpa warkat dan akan didaftarkan pada penitipan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Selain itu, OWK dalam PMHMETD I ini juga diterbitkan perseroan tanpa bunga atau kupon dan dapat diperdagangkan namun tidak didaftarkan pada BEI.

Pelaksanaan konversi OWK menjadi saham biasa dapat dilakukan sejak satu hari kerja setelah tanggal penerbitan atau 27 Januari 2026 sampai tiga hari kerja sebelum tanggal pelunasan pokok OWK yang jatuh pada 21 Januari 2027. Rasio konversi, setiap satu OWK akan dikonversi menjadi satu saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp10 per saham. Saham hasil konversi OWK akan dicatatkan pada BEI.

PT Eco Energi Perkasa (EEP) selaku pemegang saham utama PACK dengan kepemilikan 47,16% saham akan memperoleh 15.369.370.200 HMETD. EEP melalui surat pernyataan tertanggal 15 Desember 2025 akan mengeksekusi seluruh haknya untuk membeli OWK yang ditawarkan dalam PMHMETD I. EEP juga akan bertindak sebagai pembeli siaga apabila masih ada OWK yang belum terserap dengan jumlah maksimal 12.904.655.400 atau senilai Rp1,2 triliun dari sisa unit OWK.

“Apabila total jumlah dana yang diterima perseroan sebagai hasil pelaksanaan HMETD setelah pemesanan tambahan melebihi Rp2,8 triliun, pembeli siaga tidak lagi memiliki kewajiban untuk mengambil bagian sisa OWK,” papar manajemen. Sementara bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, setelah pelaksanaan HMETD. persentase kepemilikannya akan terdilusi maksimal 95,33%.

Berikut jadwal lengkap pelaksanaan penawaran OWK:

  • Daftar Pemegang Saham yang Berhak Memperoleh HMETD : 13 Januari 2026
  • Cum-HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 9 Januari 2026
  • Ex-HMETD di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 12 Januari 2026
  • Cum-HMETD di Pasar Tunai : 13 Januari 2026
  • Ex-HMETD di Pasar Tunai : 14 Januari 2026
  • Distribusi HMETD : 14 Januari 2026
  • Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia : 15 Januari 2026
  • Periode Perdagangan HMETD : 15 – 22 Januari 2026
  • Pelaksanaan HMETD : 22 Januari 2026
  • Akhir Pembayaran Pemesanan Tambahan OWK : 23 Januari 2026
  • Penjatahan Pemesanan Tambahan OWK: 26 Januari 2026
  • Pembayaran dari Pembeli Siaga : 26 Januari 2026
  • Distribusi OWK: 26 Januari 2026
  • Pengembalian Uang Pemesanan : 28 Januari 2026

Sumber: investor.id