Emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 memproyeksikan pertumbuhan laba bersih mencapai dua kali lipat setelah mengakuisisi mayoritas saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Aksi korporasi ini akan dibiayai melalui dana rights issue senilai Rp 16,12 triliun.

Corporate Secretary PANI Christy Grassela mengatakan penguatan kepemilikan saham di CBDK akan menjadi katalis positif bagi kinerja keuangan perseroan.

Net profit PANI pada Juni 2025 sebesar Rp 286 miliar. Dengan rencana rights issue III untuk mengakuisisi CBDK hingga 90%, kami proyeksikan laba bersih PANI tahun depan akan meningkat dua kali lipat,” ujar Christy dalam Public Expose LIve, Selasa (9/9/2025).

Saat ini PANI tercatat menguasai 46% saham CBDK. Dengan tambahan akuisisi 44,1% saham yang dimiliki PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya, perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas CBDK dengan porsi maksimal 90%.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), PANI akan membeli masing-masing 22,05% saham dari Agung Sedayu dan Tunas Mekar Jaya. Dana transaksi berasal dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) III, di mana perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,21 miliar saham baru.

“Dalam rangka meningkatkan nilai aset perseroan, maka PANI berencana melakukan penambahan penyertaan saham pada CBDK,” tulis manajemen.

CBDK, yang dikenal dengan brand CBD PIK 2, merupakan pengembang kawasan real estate dengan lahan seluas 694 hektare di PIK 2. Sementara itu, PIK 2 sendiri merupakan proyek kota mandiri berkonsep smart city seluas 6.000 hektare yang dikembangkan Grup Agung Sedayu bersama Grup Salim.

Dari sisi kinerja, PANI membukukan laba bersih sebesar Rp 285,86 miliar pada semester I-2025, naik tipis 0,34% year on year (yoy) dibandingkan Rp 284,86 miliar pada periode yang sama 2024. Pendapatan usaha tercatat Rp 1,64 triliun atau tumbuh 22,18% yoy dari Rp 1,34 triliun.

Kontributor utama pendapatan berasal dari penjualan tanah dan bangunan sebesar Rp1,61 triliun, sementara pendapatan sewa menyumbang Rp 448,34 miliar. Namun, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp 680,07 miliar dari Rp 594,68 miliar pada semester I-2024, sehingga menekan pertumbuhan laba.

Secara fundamental, per Juni 2025, PANI memiliki total aset Rp 48,76 triliun, naik dari Rp 46,57 triliun pada Desember 2024. Adapun liabilitas tercatat Rp 19,32 triliun dan ekuitas Rp 29,43 triliun.

Dengan aksi korporasi akuisisi CBDK, PANI tidak hanya memperkuat struktur permodalan tetapi juga meningkatkan valuasi perusahaan. “Kenaikan kepemilikan di CBDK akan terkoreksi langsung ke profitabilitas PANI sesuai porsi ekuitasnya,” tegas Christy.

Sumber: investor.id