Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta akan dilakukan tahun ini. Ditargetkan pembangunan sudah bisa dimulai Mei tahun ini.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) usai rapat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1/2026).

“(Tahap pertama pembangunan) tahapannya saya berharap paling lama Mei lah ya,” katanya kepada wartawan.

Ara mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membicarakan pembangunan rusun subsidi di Meikarta dan mendapat lampu hijau karena berada di dekat Bekasi dan Karawang yang banyak sektor industri.

Ia juga akan meninjau daerah lainnya di Jawa Barat untuk pembangunan rusun subsidi, salah satunya Bandung Barat khususnya untuk wilayah yang padat penduduk dan dekat industri. Selanjutnya ia akan meninjau area di Provinsi Banten untuk membangun rusun subsidi.

“Nanti pengembang-pengembang rumah susun subsidi, kita juga akan undang segera satu-satu. Sudah saya komunikasikan semua, sehingga nanti kita bisa bekerja dengan cepat,” tuturnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai status lahan Meikarta yang akan dipakai untuk bangun rusun subsidi, Ara mengatakan sudah clean and clear dan mendapat persetujuan dari KPK.

“Lahannya memang punya Meikarta, punya Lippo Karawaci. (Pemerintah nggak beli lahan Meikarta? Yang bangun Meikarta?) Enggak, enggak, kalau tanahnya kan milik Meikarta,” tuturnya.

Sebagai informasi, rencananya, rusun subsidi di Meikarta akan dibangun di dua lokasi dengan total luas lahan 20 hektare. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan target pembangunan rusun subsidi di Meikarta sebanyak 100 ribu unit.

Ia menyebut pihak Meikarta sudah menyiapkan tanah clean and clear. Penerbitan SHGB sudah hampir 99,9 persen atau tinggal sedikit lagi penyelesaiannya.

“100.000 unit itu kan target nanti yang pembangunan unit di Meikarta itu di dua lokasi ya dengan total lahan 20 hektare itu,” kata Heru.

Untuk unitnya, terdapat dua opsi desain. Ada unit tipe satu kamar tidur seluas 25 meter persegi. Opsi lain adalah unit tipe 2 kamar tidur seluas 37 meter persegi.

Harga jual rusun masih diperhitungkan. Angkanya akan disesuaikan dengan indeks kemahalan konstruksi untuk hunian.

“Cikarang itu masuk Kabupaten Bekasi itu kalau tidak salah per meter persegi di Rp 13 juta, itu dikonsepsi peraturan baru nanti,” ucapnya.

Sumber: detik.com