PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) alias WIKA Beton kedatangan investor baru dari kalangan institusi bernama SAS Rue La Boétie. Investor institusi global asal Prancis ini masuk ke saham anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tersebut dengan menggenggam sebanyak 42 juta saham (0,48%) senilai Rp 4,1 miliar.

Masuknya investor institusi ke WTON sekaligus memvalidasi prospek bisnis perseroan di tengah program stimulus infrastruktur sebesar Rp 216 triliun. Sementara di saat bersamaan, peran WIKA selaku BUMN karya yang juga merupakan pengendali WTON dengan kepemilikan 5,23 miliar saham (60%) senilai Rp 512,5 miliar memberikan jaminan akses proyek BUMN dan stabilitas operasional jangka panjang.

Sekretaris Perusahaan WTON Yushadi menyampaikan, kehadiran investor institusional asing tersebut sejalan dengan tren masuknya dana global ke pasar modal Indonesia, khususnya pada sektor yang mendapat dukungan penuh pemerintah.

“Hal ini mengonfirmasi bahwa WTON tidak luput dari radar fund manager internasional yang mencari alpha di emerging market,” jelas Yushadi dalam keterangan resminya, Selasa (14/10/2025).

Berdasarkan catatan Investor Daily, raksasa beton asal Asia juga dikabarkan sempat berminat masuk sebagai pemegang saham WTON. Bahkan, kajian aksi korporasi tersebut diklaim sudah mencapai 60% dan tinggal meminta persetujuan induk serta Kementerian BUMN.

Skenarionya, pemain beton Asia tersebut bakal berinvestasi ke Wika Beton melalui dua opsi. Pertama, dengan berinvestasi langsung melalui pembelian saham WTON. Kedua, lewat pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV).

Hingga semester I-2025, WTON mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,38 miliar. Angka tersebut terkoreksi sebanyak 75,7%. Sementara dari sisi perolehan kontrak baru, perseroan telah meraup Rp 2,79 triliun hingga September 2025, naik dari Rp 2,53 triliun pada Agustus.

Capaian kontrak baru tersebut dinilai cukup realistis dengan target kontrak baru perseroan sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 8 triliun. Hal ini didukung oleh pipeline proyek yang kuat.

Selain itu, WTON juga terus berinovasi melalui WIKA Beton Home (WHOME) untuk mendukung program 3 juta rumah sekaligus membuka segmen baru yang potensial. Stimulus ekonomi Rp 216 triliun dengan fokus pada infrastruktur dan penyerapan 215.000 tenaga kerja menjadi tailwind bagi WTON.

Di sisi lain, perseroan juga melakukan diversifikasi pelanggan dengan sektor swasta mendominasi sebanyak 57,35%, yang menunjukkan bahwa WTON tidak lagi bergantung pada volatilitas anggaran pemerintah.

Perseroan juga tidak mengabaikan proyek-proyek strategis seperti MRT Jakarta Fase 2 (Rp 409 miliar, rampung 2032) dan Jalur Ganda KA Elevated Solo, yang akan memberikan revenue visibility jangka panjang bagi WTON.

Sumber: investor.id