PT Wilton Makmur Indonesia Tbk |
Riset 5 Oktober 2026
SQMI punya aset emas yang layak diperhatikan. Grupnya juga
sedang mencari jalan untuk menghidupkan kembali operasi. Tapi apakah saham ini
next kepemilikan calon saham Haji Isam?
Penilaian saya: SQMI
adalah peluang pemulihan bisnis dengan risiko tinggi. Cerita masuknya mitra
baru punya dasar. Identitas pembeli, besarnya dana, hak kendali, dan keuntungan
untuk setiap lembar saham masih harus dibuktikan.

Dasar penilaian: laporan keuangan SQMI, risalah RUPS induk di
SGX, dan dokumen kepemilikan. Status “belum” berarti belum ditemukan
konfirmasi dalam sumber yang diperiksa, bukan kepastian tidak akan terjadi.
3 hal
yang paling menentukan
Pertama, negosiasi mitra di tingkat induk memang diakui.
Kedua, agenda perubahan KBLI pada RUPS SQMI September tidak dibahas dan tidak
diputuskan. Ketiga, induk memiliki tenggat pembayaran US$14,25 juta pada 9
Oktober 2026. Tenggat ini membuat pendanaan menjadi urusan mendesak.
Dari acuan Rp100, Rp200 berarti kapitalisasi sekitar Rp3,11
triliun. Agar harga itu punya dasar laba, dengan asumsi PER 15 kali dan jumlah
saham tetap, SQMI perlu laba tahunan sekitar Rp207 miliar untuk pemilik induk.
Saat ini semester pertamanya masih rugi Rp20,37 miliar. Itulah jarak yang harus
ditutup.
Cerita pasar dibandingkan dengan bukti
Direktur mundur, saham melonjak, ada rumor investor China,
lalu muncul perbandingan dengan PACK. Urutannya terasa masuk akal. Namun setiap
tahap harus diperiksa sendiri.
|
Cerita yang beredar
|
Hasil pemeriksaan
|
|
Investor
China akan masuk
|
Kontan
memuat rumor pada 13 Juli. Induk kemudian mengakui negosiasi mitra, tetapi
dalam RUPS 28 Agustus belum ada perjanjian final. Tidak disebut nama investor
China tertentu.
|
|
Ada
orang dengan jaringan China
|
Benar.
Yang Jie menjadi direktur eksekutif induk mulai 30 Juli. Dokumen SGX
menjelaskan pengalamannya berhubungan dengan perusahaan tambang China. Ia
belum dilaporkan memiliki saham saat diangkat.
|
|
Haji
Isam akan mengambil SQMI
|
Belum
ditemukan perjanjian, laporan pembelian, pengumuman pengendali baru, atau
identitas penerima manfaat yang menghubungkan Haji Isam/Jhonlin dengan SQMI.
|
|
Direktur
mundur berarti pengendali berubah
|
Tidak
cukup. Pengunduran diri Oktavia Budi Raharjo diterima dengan tanggal efektif
30 November. Pengurus yang disebut dalam hasil rapat masih Andrianto D.
Lawrence, Chia Wei Yang, Wijaya Lawrence, dan Mohammad Raylan.
|
|
Perubahan
KBLI sudah menjadi jalan transformasi
|
Undangan
menyebut penyesuaian KBLI 2025. Hasil RUPS 4 September justru menyatakan
agenda ketiga tidak dibahas dan tidak diputuskan.
|
|
Penjualan
CGS menunjukkan perpindahan kendali
|
Formulir
CGS menyebut dirinya bukan pengendali. Per Agustus, WRH masih tercatat
menguasai 53,50%. Nama pembeli akhir di balik perdagangan bursa tidak
dijelaskan.
|
|
SQMI
akan mengulang PACK
|
Masih
hipotesis. PACK mempunyai urutan transaksi dan pihak pembeli yang jelas.
Beberapa tahapan yang dianggap sudah terjadi pada SQMI ternyata belum
terbukti.
|
Kesimpulan yang bisa dipertahankan: ada proses pencarian
solusi bisnis. Kesimpulan yang belum bisa dipertahankan: solusi itu pasti
berupa akuisisi oleh Haji Isam, pasti melalui rights issue, dan pasti menaikkan
harga berlipat.
SQMI sudah pernah berganti wajah
SQMI bukan perusahaan baru yang pertama kali mencari cerita
besar. Perjalanannya sudah melewati bisnis sepeda motor, batu bara, lalu emas.
Karena itu, riwayat aksi korporasinya lebih berguna dibaca sebagai pelajaran
tentang eksekusi daripada sekadar perubahan nama.


Struktur induk disederhanakan. Porsi WRH pada SQMI berasal
dari laporan registrasi Agustus 2026. Anak usaha operasional SQMI meliputi
Wilton Investment, Wilton Wahana Indonesia, dan Liektucha Ciemas.
Transaksi 2019 sudah memiliki ciri yang lazim disebut
backdoor listing: bisnis masuk melalui emiten yang telah tercatat, menggunakan
penerbitan saham dan setoran aset. Itu bukan jaminan nilai aset akhirnya
terwujud menjadi laba. Bertahun-tahun kemudian, masalah utama masih
produktivitas tambang dan pendanaan.
Harga IPO Rp250 maupun nilai inbreng lama bukan batas bawah
harga sekarang. Jumlah saham, aset, kewajiban, dan kemampuan menghasilkan kas
sudah berubah.
Jejak investor China dalam dokumen
Bukti yang lebih menarik daripada nama investor dalam rumor
justru muncul di Singapura. Pada 29 Juli 2026, Wilton Resources Corporation
mengumumkan pengangkatan Yang Jie sebagai direktur eksekutif, efektif sehari
kemudian.
Alasan pengangkatannya dinyatakan jelas: pengalaman investasi
pertambangan, pembiayaan proyek, serta hubungan kerja dengan perusahaan milik
negara dan swasta China di industri tambang. Pengalaman yang dicantumkan
termasuk posisi di China Oil and Gas Group, Henry Bath & Son, dan EMC
Financial.
|
Yang sudah ada
|
Yang belum bisa disimpulkan
|
|
Pengurus
dengan pengalaman pembiayaan dan jaringan tambang China
|
Belum
membuktikan perusahaan tempat ia pernah bekerja akan membeli SQMI.
|
|
Negosiasi
komersial dengan sejumlah pihak di tingkat grup
|
Belum
menetapkan transaksi berupa pembelian saham SQMI. Bisa berupa pinjaman, mitra
operasi, atau investasi di anak usaha.
|
|
Perusahaan
membutuhkan dana dan keahlian untuk memulai kembali operasi
|
Kebutuhan
dana tidak otomatis membuat persyaratan transaksi menguntungkan pemegang
saham lama.
|
|
Pengangkatan
dan tugas diumumkan melalui SGX
|
Dokumen
pengangkatan menyebut tidak ada kepemilikan saham dan hubungan dengan
pengurus/pemegang saham besar yang dilaporkan pada saat itu.
|
Bagaimana
saya membaca sinyal ini
Pengangkatan tersebut meningkatkan alasan untuk memantau
kemungkinan solusi dari jaringan pertambangan dan pembiayaan lintas negara.
Namun, itu baru memperkuat kemampuan mencari transaksi. Ia belum menjawab siapa
yang akan menyetor uang, berapa harganya, dan siapa yang menanggung risiko.
Posisi pembeli juga perlu diperhatikan. Investor yang masuk
ke perusahaan dengan kebutuhan dana mendesak bisa meminta harga rendah, jaminan
aset, hak prioritas, atau porsi kepemilikan besar. Bisnis dapat terselamatkan
sementara keuntungan pemegang saham lama tetap terbatas.
Jangan
mencampur dua tingkat perusahaan
Perubahan direksi atau kepemilikan di WRC Singapura berbeda
dari perubahan di SQMI Indonesia. Keduanya berkaitan melalui struktur grup,
tetapi konsekuensi bagi pemegang saham SQMI harus ditelusuri melalui kontrak
dan hak atas aset. Mengambil saham induk, membiayai tambang, dan membeli saham
SQMI adalah tiga transaksi yang berbeda.
Pembacaan jaringan di atas adalah inferensi analitis, bukan
konfirmasi identitas calon pembeli. Surat SQMI 13 Juli saat itu menyatakan
belum ada rencana aksi korporasi dalam waktu dekat; pernyataan tersebut harus
dibaca sesuai tanggalnya.
Kronologi PACK dan perbedaannya dengan SQMI
PACK layak menjadi pembanding karena melibatkan investor
China dan Haji Isam. Tetapi kronologi yang benar penting: tender wajib PACK
berlangsung sebelum rights issue berbentuk obligasi wajib konversi, bukan
sesudahnya.

Dalam keterbukaan yang diberitakan Agustus, pengendali PACK
tetap Deng Weiming melalui Eco Energi Perkasa. Jadi, menyederhanakan seluruh
perjalanan PACK sebagai “Haji Isam mengambil cangkang” menghilangkan
peran investor awal, aset nikel, dan restrukturisasi modalnya.
Dua
pembanding lain menunjukkan jalur yang beragam
JARR masuk bursa melalui IPO pada 4 Agustus 2022 dengan harga
Rp300. Itu berbeda dari pembelian emiten cangkang. BYAN, menurut pengumuman
yang diberitakan 17 September 2026, memiliki perjanjian bersyarat untuk
penjualan sekitar 30% saham kepada Jhonlin Baratama. Adanya perjanjian tersebut
belum sama dengan transaksi selesai.
Pola yang layak dicari adalah kecocokan aset, pihak pembeli
yang dapat ditelusuri, sumber pendanaan, dan dokumen transaksi. Tidak ada dasar
kuat untuk menganggap setiap emiten dengan rumor China dan pergantian direksi
akan berakhir di kelompok Haji Isam.
Perubahan kepemilikan saham SQMI
Per Agustus 2026, WRH masih tercatat memegang 8,313 miliar
saham SQMI atau 53,50%. Porsinya naik dari Juni dan tetap pada Agustus. Ini
berbeda dari gambaran bahwa pengendali lama sudah keluar diam-diam.

Sebaliknya, posisi yang tercatat atas nama CGS berkurang.
Dari 21,95% pada Juli menjadi 21,28% pada Agustus. Formulir 15 September
melaporkan penjualan 211 juta saham pada 9 September di Rp106, menyisakan
16,73%. Formulir itu secara tegas menandai CGS bukan pengendali.

Kepemilikan atas nama sekuritas tidak boleh langsung
digabungkan ke kelompok China tertentu, apalagi ke Jhonlin, tanpa bukti.
Analisis broker membantu membaca arus transaksi, identitas pemilik manfaat
membutuhkan pengungkapan yang berbeda.
Catatan rekonsiliasi: laporan keuangan Juni mencatat CGS
22,15%, sedangkan seri registrasi Juni dalam laporan Juli mencatat 22,48%. Saya
tidak menyatukan dua angka berbeda itu. Grafik mengikuti seri registrasi yang
konsisten; kepemilikan September penuh belum tersedia dalam dokumen yang
diperoleh.
Kerugian dan arus kas semester pertama
SQMI belum bisa dinilai seperti penambang emas yang produksi
dan labanya sudah stabil. Semester I 2026 menunjukkan penurunan rugi, tetapi
pendapatan juga turun dan kas yang terpakai untuk operasi meningkat.

Satuan Rp miliar. Rugi dan kas terpakai digambar sebagai
besaran positif agar mudah dibandingkan. Data enam bulan, tidak diaudit.

Beban umum dan administrasi turun dari Rp30,31 miliar menjadi
Rp10,26 miliar. Pengurangan biaya membantu mengecilkan rugi. Namun, laba bruto
hanya Rp406 juta, jauh di bawah total beban usaha Rp13,52 miliar. Perusahaan
masih membutuhkan perubahan skala operasi.
Kas Juni dibagi rata-rata arus kas operasi negatif enam bulan
setara sekitar 1,5 bulan. Ini hanya uji tekanan sederhana: bukan prediksi
tanggal kehabisan kas, karena pencairan pinjaman, pembayaran, dan arus kas
setelah Juni bisa berubah.
Tenggat pembayaran induk pada 9 Oktober
Wilton Resources Corporation, induk terakhir SQMI,
mengumumkan perpanjangan tenggat pembayaran kepada Karl Hoffmann Mineral. Sisa
US$14,25 juta harus dibayar paling lambat 9 Oktober 2026 menurut pengumuman 18
Agustus.

Jadwal pada dokumen induk, bukan jadwal rights issue SQMI.
Sampai pemeriksaan 5 Oktober, saya belum menemukan pengumuman lanjutan yang
memastikan pelunasan atau mengubah tenggat tersebut.
Kesepakatan Mei menetapkan penyelesaian total US$14,50 juta.
Dokumen perpanjangan menyebut kegagalan memenuhi persyaratan dapat
mengembalikan jumlah kewajiban ke dasar US$25,59 juta, dikurangi pembayaran
terkait, beserta bunga 9% per tahun sejak 10 Oktober 2023.
Dampaknya
bagi pemegang saham SQMI
Induk yang sedang mencari dana dapat mempertimbangkan
penjualan saham, masuknya mitra, atau pembiayaan dengan syarat tertentu. Maka
kabar investor baru bisa menjadi jalan pemulihan, sekaligus cerminan kebutuhan
uang yang mendesak. Dua hal itu bisa terjadi bersamaan.
Ini kewajiban yang diumumkan WRC. Jangan otomatis menambahkan
seluruh angka tersebut ke utang SQMI, karena perlu diperiksa pihak yang
berutang, jaminan, klaim terhadap anak usaha, dan hubungan pinjaman
antarperusahaan. Pengaruh ekonominya tetap perlu dipantau karena SQMI
bergantung pada dukungan grup.
Angka
ekuitas juga perlu dibaca sampai catatan
Neraca SQMI memuat “akun ekuitas lainnya” Rp500
miliar. Catatan 15 menjelaskan reklasifikasi pinjaman dari WRC setelah syarat
pembayaran diubah: pembayaran mengikuti kemampuan arus kas dan kebijakan
peminjam. Ini bukan Rp500 miliar uang segar yang masuk pada semester I 2026.
Jangan menyamakan ekuitas positif dengan kas yang siap
dipakai menambang. Saya juga tidak menghapus akun itu begitu saja dari neraca,
klasifikasi tersebut memiliki dasar kontraktual yang harus dibaca dalam
laporan.
Peristiwa yang paling dekat untuk dipantau: pembayaran,
perpanjangan tertulis, atau bentuk pendanaan baru menjelang/sesudah 9 Oktober.
Ketiadaan pengumuman bukan bukti pembayaran telah selesai.
Potensi emas dan pekerjaan yang belum selesai
Daya tarik Ciemas ada pada aset mineral dan kadar
historisnya. Tetapi angka dalam materi pasar berasal dari estimasi lama. Situs
resmi menyebut tanggal basis 30 Juni 2018, bukan penilaian tambang baru pada
2026.

Konversi memakai 1 troy ounce = 31,1034768 gram. Sumber daya
sekitar 1,481 juta oz, cadangan probable sekitar 810 ribu oz. Cadangan
merupakan bagian yang memenuhi kriteria lebih ketat, bukan tambahan di atas
sumber daya.
Sekitar 36,4% kandungan emas dalam tabel sumber daya berada
pada kategori inferred atau tereka, dengan tingkat kepastian lebih rendah.
Situs perusahaan sendiri mengingatkan bahwa sumber daya tidak sama dengan logam
yang pasti dapat dijual. Kadar cadangan historis rata-rata sekitar 7,7 gram per
ton juga belum tentu sama dengan kadar bijih yang masuk pabrik setiap hari.

Dalam RUPS induk Agustus, fasilitas disebut masih dalam
pemeliharaan. Untuk memulai kembali diperlukan tim tambang, tim pengolahan, dan
sumber daya operasional. Kapasitas terpasang bukan volume yang sudah
menghasilkan kas.
Mengalikan 810 ribu ounce dengan harga emas lalu membaginya
dengan jumlah saham akan menghasilkan angka yang menyesatkan. Hitungan yang
layak harus mengurangi biaya, investasi, pajak, kewajiban, waktu produksi,
serta bagian ekonomi pihak lain.
Pilihan transaksi bagi investor baru
Istilah “diambil investor” sering dipakai untuk
transaksi yang dampaknya sangat berbeda. Sebelum menilai saham akan naik
berapa, pastikan uangnya masuk ke siapa dan hak yang diberikan kepada pembeli.

Contoh
pengaruh penerbitan saham baru
Misalkan perusahaan punya 100 saham, Anda memiliki 10 saham
atau 10%. Perusahaan menerbitkan 100 saham baru. Jika Anda tidak ikut membeli,
saham Anda tetap 10, tetapi porsinya menjadi 5%. Dana dan aset perusahaan bisa
bertambah; keuntungan Anda bergantung pada harga penerbitan serta laba tambahan
yang dihasilkan.
Tender
wajib bukan bonus harga
Dalam kerangka POJK 9/2018, pengendali mencakup pemilik lebih
dari 50% hak suara atau pihak yang mampu menentukan pengelolaan/kebijakan.
Perubahan pengendali pada umumnya memicu kewajiban tender, dengan pengecualian
sesuai aturan. Harga tender mempunyai ketentuan tersendiri dan dapat lebih
rendah daripada harga pasar.
Sampai dokumen yang diperiksa, belum ada harga, rasio, jadwal
rights issue, atau harga tender baru SQMI yang bisa dipakai sebagai dasar
hitungan. Angka contoh di riset ini bukan ketentuan aksi korporasi SQMI.
Harga sudah bergerak lebih dulu
Dari penutupan Rp63 pada 31 Agustus ke Rp92 pada 2 Oktober,
SQMI naik 46,0%. Namun, pembeli pada penutupan 21 September di Rp109 mengalami
penurunan 15,6% sampai 2 Oktober. Cerita yang sama dapat memberi hasil berbeda
karena harga masuknya berbeda.

Grafik penutupan dan volume 31 Agustus–2 Oktober 2026. Titik
emas menandai high intrahari 21 September, tidak dicampur sebagai harga
penutupan.
|
Area
harga
|
Dasar
pengamatan dan cara membacanya
|
|
Rp88–92
|
Beberapa
penutupan akhir September–2 Oktober. Area keseimbangan terakhir dalam seri
yang terverifikasi.
|
|
Rp79–86
|
Low 29
September Rp79 dan penutupan 25 September Rp86. Jika dilewati ke bawah,
risiko kembali ke harga sebelum lonjakan membesar.
|
|
Rp100–111
|
Banyak
transaksi dan beberapa puncak harian September. Perlu dilewati dan
dipertahankan untuk memperkuat momentum.
|
|
Rp123
|
High
intrahari 21 September. Penembusan yang bertahan lebih berarti daripada
sentuhan sesaat.
|
Dari acuan Rp100, Rp123 memberi ruang 23%, sedangkan Rp79
berarti penurunan 21%, sebelum biaya. Perbandingan itu belum istimewa jika
hanya mengandalkan momentum dan rumor. Peluang menjadi lebih menarik apabila
ada bukti baru yang benar-benar menambah nilai bisnis.
Area teknikal adalah interpretasi data, bukan batas yang
dijamin menahan harga. Tangkapan layar Anda menunjukkan Rp100 dan kenaikan
8,70%, tanggal candle terakhir tidak terlihat. Angka itu dipakai sebagai acuan
simulasi, bukan disebut penutupan resmi 5 Oktober. Harga dapat melompat
melewati batas rugi ketika likuiditas menipis.
Kebutuhan laba untuk harga Rp150 hingga Rp300
Harga dua kali lipat bisa terjadi lebih cepat daripada
perbaikan laporan keuangan. Tetapi untuk menilai apakah kenaikannya layak
dipertahankan, saya mulai dari kebutuhan laba, bukan dari nama calon investor.
Rumus: nilai saham =
laba tahunan untuk pemilik induk × PER ÷ jumlah saham. PER adalah harga yang
dibayar pasar untuk setiap rupiah laba tahunan. Angka 15 kali di bawah hanya
asumsi pembanding; bukan multiple wajar SQMI yang sudah terbukti.

Kebutuhan laba tahunan bagi pemilik induk, dengan PER 15 kali
dan 15.537.591.429 saham. “M” = miliar rupiah. Ini hitungan balik dari harga
yang diuji, bukan proyeksi laba manajemen.
|
Harga
diuji
|
Kapitalisasi
|
Laba/tahun
@PER 15×
|
Dari
acuan Rp100
|
|
Rp100
|
Rp1,55 triliun
|
Rp103,6 miliar
|
0%
|
|
Rp150
|
Rp2,33 triliun
|
Rp155,4 miliar
|
+50%
|
|
Rp200
|
Rp3,11 triliun
|
Rp207,2 miliar
|
+100%
|
|
Rp300
|
Rp4,66 triliun
|
Rp310,8 miliar
|
+200%
|
Untuk Rp200, kebutuhan laba berubah menjadi Rp310,8 miliar
bila pasar hanya memberi PER 10 kali, atau Rp155,4 miliar bila PER 20 kali.
Karena SQMI masih rugi, PER aktual saat ini tidak bisa dipakai sebagai ukuran
murah. Model ini baru berguna jika laba normal sudah dapat dibuktikan.
Tanpa cadangan terbaru, rencana tambang, biaya produksi,
jadwal pemulihan, dan struktur pendanaan final, saya belum bisa memberi target
harga fundamental tunggal yang dapat dipertanggungjawabkan. Rp150–300 di sini
adalah ambang pembuktian, bukan rekomendasi target.
Multibagger bisa terpotong oleh dilusi
Misalkan suatu saat bisnis layak dihargai Rp3,11 triliun
untuk pemegang saham. Dengan jumlah saham sekarang, nilainya sekitar Rp200 per
saham. Jika jumlah saham bertambah, pembaginya ikut membesar.

Ilustrasi matematis dengan nilai total ekuitas sama.
Penambahan jumlah saham 25% berarti pemilik lama yang tidak berpartisipasi
memiliki 80% dari persentase sebelumnya, penambahan 50% menyisakan 66,7%. Tidak
ada asumsi bahwa SQMI telah mengumumkan penerbitan ini.
Grafik sengaja menahan nilai total tetap untuk menunjukkan
pengaruh jumlah saham saja. Dalam transaksi nyata, penerbitan saham biasanya
membawa dana atau aset sehingga nilai total juga perlu dihitung ulang. Model
yang hanya menambah saham, tanpa menilai dana masuk, sama tidak lengkapnya
dengan model yang mengabaikan dilusi.
Nilai
perusahaan pulih belum tentu nilai per saham pulih
Agar Rp200 tetap didukung pada PER 15 kali ketika jumlah
saham bertambah 25%, laba tahunan perlu sekitar Rp259,0 miliar. Bila jumlah
saham bertambah 50%, kebutuhan laba menjadi Rp310,8 miliar. Pertumbuhan laba
harus cukup besar untuk mengimbangi pertumbuhan jumlah saham.
|
Hasil yang mungkin
|
Syarat agar pemegang lama ikut menikmati
|
|
Investor
membeli saham pengendali
|
Ada
pendanaan operasional lanjutan, bukan hanya pergantian nama pemilik.
|
|
Investor
menyetor modal baru
|
Harga
masuk dan penggunaan dana menghasilkan nilai tambahan yang memadai setelah
dilusi.
|
|
Investor
mengambil bagian tambang
|
Pembagian
hasil tetap menyisakan laba serta kas yang menarik bagi SQMI.
|
|
Kewajiban
direstrukturisasi
|
Pengurangan
tekanan utang tidak dibayar dengan kehilangan terlalu banyak aset atau hak
ekonomi.
|
Ukuran keberhasilan akhirnya sederhana: laba dan kas yang
tersedia untuk setiap lembar saham meningkat. Besarnya transaksi saja tidak
cukup.
Peta permainan dan keputusan investasi
Investor baru ingin memperoleh aset dengan harga dan risiko
yang menarik. Pengendali lama ingin menjaga nilai serta memperoleh pendanaan.
Kreditur ingin dibayar. Publik menginginkan kenaikan harga. Kepentingan itu
bisa bertemu, tetapi tidak selalu menghasilkan pembagian keuntungan yang sama.

Yang saya
tunggu sebelum menaikkan keyakinan
Urutannya: kejelasan penyelesaian kewajiban induk, nama dan
kontrak investor, besaran serta penggunaan dana, jumlah saham setelah transaksi,
lalu produksi dan arus kas. Klaim bahwa SQMI menjadi bagian kelompok Haji Isam?
Lets see.
Untuk investor yang ingin menyimpan berdasarkan bisnis, bukti
sekarang belum cukup menjadikan SQMI pegangan utama. Untuk trader yang memang
menerima risiko peristiwa, peluang ada, tetapi ukuran posisi dan rencana keluar
harus ditetapkan sebelum membeli. Harga yang naik tidak boleh menggantikan
verifikasi tesis.
Saya akan mengubah
pandangan menjadi lebih positif ketika transaksi menyelesaikan kebutuhan uang
sekaligus menghidupkan tambang dengan pembagian nilai yang wajar. Potensi
multibagger ada sebagai kemungkinan, bukan kesimpulan dari dokumen hari ini.
Rentang harga adalah skenario berbasis area historis dan uji
valuasi, bukan prediksi waktu atau peluang keberhasilan. Riset bersifat umum,
tidak memasukkan harga beli, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko
pembaca.
Sumber dan dokumen utama
Seluruh tautan diperiksa pada 5 Oktober 2026. Nomor dalam
teks merujuk daftar ini. Dokumen emiten yang tersimpan di situs sekuritas tetap
dibaca sebagai dokumen primer; ringkasan otomatis situs tersebut tidak dipakai
menggantikan lampirannya.
[1] SQMI — Laporan keuangan semester I 2026 (tidak diaudit) Neraca,
laba rugi, arus kas, Catatan 1, 15, dan 17. Salinan dokumen emiten melalui Indo
Premier.
[2] SQMI — Ringkasan RUPST 4 September, disampaikan 8
September 2026 Agenda ketiga tidak dibahas/diputuskan;
pengunduran diri direktur efektif 30 November.
[3] WRC / SGX — Risalah RUPS 28 Agustus 2026 Diumumkan
4 September. Tanya jawab tentang negosiasi mitra, operasi, pendanaan, dan izin.
[4] WRC / SGX — Pengangkatan Yang Jie, 29 Juli 2026 Efektif
30 Juli; alasan pengangkatan, pengalaman, dan pernyataan kepemilikan.
[5] SQMI — Registrasi pemegang efek Agustus 2026 Surat
036/Ext-WMI/IX/2026. WRH 53,50%; CGS 21,28%.
[5a] SQMI — Registrasi Juli 2026, termasuk pembanding Juni Seri
registrasi untuk grafik kepemilikan; terpisah dari tabel laporan keuangan Juni.
[6] CGS — Laporan perubahan kepemilikan, 15 September 2026 Transaksi
9 September, 211 juta saham pada Rp106; status pengendali: tidak.
[7] SQMI — Tanggapan volatilitas kepada BEI, 13 Juli 2026 Posisi
manajemen pada tanggal surat, bukan konfirmasi kondisi di masa depan.
[8] Wilton — Mineral Resources Estimasi
per 30 Juni 2018: 29.301 kg measured/indicated dan 16.757 kg inferred.
[9] Wilton — Ore Reserves Estimasi per 30
Juni 2018: 3,260 juta ton bijih; 25.203 kg emas; kadar 7,7 g/t.
[10] WRC / SGX — Kesepakatan dengan Karl Hoffmann, 20 Mei 2026 Lampiran
Deed of Settlement: nilai penyelesaian dan konsekuensi tidak memenuhi syarat.
[11] WRC / SGX — Perpanjangan pembayaran, 18 Agustus 2026 Lampiran
menetapkan sisa US$14,25 juta paling lambat 9 Oktober 2026.
Sumber pembanding pasar dan aturan
[12] KSEI — Jadwal tender wajib PACK, 25 Februari 2025 Periode
25 Februari–26 Maret 2025. Berkas primer diunduh dan diperiksa.
[12a] KSEI — Harga tender wajib PACK, 26 Februari 2025 Surat
KSEI-4109/JKU/0225 menegaskan harga Rp37 per saham.
[13] KSEI — HMETD dan OWK PACK, 5 Januari 2026 Rasio
5:102, harga Rp100, konversi 1:1, perdagangan HMETD Januari 2026.
[14] detikFinance — Pembelian saham PACK oleh Haji Isam 13 Mei
2026; berita merujuk keterbukaan BEI tentang 6,837 miliar saham pada Rp137.
[15] Katadata — Struktur pengendali dan transformasi PACK 21
Agustus 2026; Deng Weiming/Eco Energi dan posisi Haji Isam sebagai pemegang
signifikan.
[16] Tirto — Perjanjian bersyarat pembelian saham BYAN 17
September 2026; membedakan CSPA 16 September dari penyelesaian transaksi.
[17] e-IPO / BEI — Penawaran perdana JARR Harga
Rp300 dan pencatatan 4 Agustus 2022; contoh jalur IPO.
[18] Stock Analysis / S&P Global — Riwayat harga SQMI OHLC dan
volume. Grafik riset berhenti pada penutupan 2 Oktober, tidak mencampur kuotasi
intrahari.
[19] OJK — POJK 9/POJK.04/2018 tentang pengambilalihan
perusahaan terbuka Definisi kendali, pengumuman
pengambilalihan, tender wajib, dan pengecualiannya.
[20] SQMI — Undangan RUPST Agustus 2026 Menjelaskan
tujuan agenda penyesuaian KBLI; hasil akhirnya harus dibaca pada sumber [2].
[21] Kontan — Rumor investor China masuk SQMI 13 Juli
2026. Bagian terbuka dipakai untuk menelusuri rumor, bukan sebagai bukti
investor telah masuk.
Diskusi Komunitas (0)
Gembok Diskusi Terkunci
Hanya member yang sudah masuk yang bisa melihat dan ikut berdiskusi di sini.
Login Sekarang