
ERAA 2026: Retail Gadget Mulai Pulih, Dan Cerita Besarnya
Sekarang Diversifikasi
Menurut saya, posisi ERAA sekarang cukup menarik karena bisnis utamanya masih
tumbuh, sementara sumber pertumbuhan baru mulai makin banyak. Di 7M26, SSSG
ERAA masih positif sekitar +2,2% YoY. Memang belum tinggi, tapi Juli
mulai membaik ke -8,6% YoY dari -11,6% YoY di Juni. Artinya
demand belum pulih penuh, tapi tekanan mulai mengecil. Manajemen juga melihat
Agustus–September masih bisa moderat karena konsumen cenderung menunda
pembelian menjelang peluncuran produk baru di akhir Q3 sampai awal Q4. Menurut
saya, ini lebih ke masalah timing pembelian, bukan penurunan struktural.
Kenapa ERAA masih menarik?
Karena bisnis ERAA sekarang sudah jauh lebih luas dari
sekadar jual smartphone. Ekosistemnya sudah masuk ke:
• gadget dan elektronik
• active lifestyle
• EV
• F&B
• smart home
• retail olahraga
• fashion
• dan berbagai brand global.
Jadi kalau penjualan smartphone sedang lemah, grup masih punya sumber
pertumbuhan dari vertikal lain. Ini yang menurut saya menjadi pembeda ERAA
sekarang.
Erablue jadi salah satu mesin pertumbuhan baru
Erablue mencatat SSSG Juli sekitar +5,4% YoY dan 7M26 sekitar +15,9%
YoY. Penjualannya naik sekitar 89% YoY. Jumlah tokonya juga sudah
mencapai 283 gerai, bertambah 102 toko sejak awal tahun. Menurut saya,
ini cukup penting. Erablue bermain di consumer electronics dan home appliances,
jadi ERAA mulai memperbesar exposure ke belanja rumah tangga, bukan cuma
smartphone. Kalau ekspansi tokonya tetap produktif, ini bisa menjadi growth
engine yang cukup besar.
Yang perlu dilihat ke depan:
• sales per store
• margin
• payback period toko baru
• dan apakah SSSG tetap positif setelah ekspansi agresif.
ERAA masih kuat di ekosistem gadget
Dari sisi digital, ERAA masih punya posisi distribusi dan retail yang sangat
kuat. Portofolionya mencakup brand seperti:
• Apple
• Samsung
• Xiaomi
• Garmin
• DJI
• Huawei
• Honor
• Sony
• Marshall
• dan beberapa brand smart device lainnya.
Jadi kekuatan ERAA ada pada skala distribusi. Bukan cuma punya toko, tapi punya
hubungan dengan banyak brand global dan jaringan retail nasional. Menurut saya,
selama siklus gadget mulai pulih, ERAA tetap punya positioning yang kuat untuk
menangkap demand tersebut.
ERAL justru tumbuh lebih cepat
Di 7M26, SSSG ERAL mencapai sekitar +7,7% YoY. Juli sendiri masih
positif sekitar +2,2% YoY.

Pertumbuhan paling kuat datang dari:
• Urban Republic
• DJI
• JD Sports.
Menurut saya, ini menunjukkan demand lifestyle masih relatif sehat walaupun
konsumen lebih selektif. DJI bahkan menjadi salah satu kategori dengan performa
terbaik setelah peluncuran produk baru. Jadi ERAL sekarang mulai menjadi growth
engine yang lebih penting untuk grup, terutama karena exposure-nya lebih luas
ke lifestyle dan premium consumer spending.

Levi’s jadi tambahan baru di portfolio ERAL sekarang menjadi authorized
distributor dan retailer Levi’s di Indonesia. Sekitar 22 Original Levi’s
Stores sudah berada di bawah pengelolaan ERAJAYA Active Lifestyle.

Menurut saya, ini cukup menarik karena ERAA sedang memperbesar exposure ke
fashion global. Model bisnis seperti ini relatif ringan dibanding membangun
brand sendiri. ERAA tinggal memakai jaringan distribusi, lokasi toko, dan
operational capability yang sudah ada. Kalau performa Levi’s bagus, model
seperti ini bisa direplikasi ke brand global lain.
XPENG: story EV mulai lebih konkret
Di bisnis otomotif, XPENG menjadi salah satu story yang
cukup menarik. Per Juli 2026, XPENG
sudah membukukan sekitar 1.682 unit penjualan dan memproduksi sekitar 1.731
unit secara YTD.

Di GIIAS 2026, XPENG juga membawa L03 dan SUV flagship GX. Indonesia menjadi
salah satu pasar regional yang penting untuk ekspansi brand tersebut. Menurut saya, yang menarik bukan cuma angka
penjualan sekarang. Kalau volume XPENG terus naik, ERAA bisa membangun sumber
pendapatan baru dari: penjualan kendaraan → aftersales → service → parts →
financing ecosystem
Tapi bisnis EV tetap punya risiko. Kompetisinya keras, harga
cepat berubah, dan banyak brand China masuk Indonesia. Jadi yang harus dilihat
bukan cuma volume, tapi margin dan kualitas aftersales.
F&B juga mulai diperbesar
Erajaya Food & Nourishment membentuk JV baru dengan Oriental Coffee
International. Strukturnya: EBN 60% / Oriental Coffee 40% JV ini akan
mengembangkan gerai Oriental Kopi di Indonesia, dengan fokus awal di
Jabodetabek. Menurut saya, ini
menunjukkan ERAA memang ingin memperbesar recurring consumer spending. Gadget
dibeli beberapa tahun sekali. Tapi makanan, kopi, dan lifestyle bisa dikonsumsi
jauh lebih sering. Jadi secara bisnis, ini membantu diversifikasi cash flow. Tapi
kontribusinya belum besar.
Yang perlu dilihat:
• jumlah outlet
• sales per outlet
• margin
• break-even
• dan kecepatan ekspansi.
Jaringan toko terus bertambah
Sepanjang 7M26, Erajaya menambah sekitar 221 net stores. Total jaringan
mencapai sekitar 2.554 outlet pada Juli 2026. Menurut saya, angka ini
menunjukkan ekspansi masih agresif. Tapi jumlah toko bukan satu-satunya ukuran.
Tapi : apakah toko baru menghasilkan penjualan dan laba yang cukup untuk
menutup investasi pembukaannya.
Kalau jumlah toko naik tapi SSSG turun terus, kualitas ekspansi perlu
dipertanyakan. Kalau jumlah toko naik dan SSSG tetap sehat, operating leverage
bisa mulai terlihat.
Apa yang positif?
Menurut saya ada beberapa hal.
Pertama, ERAA sudah tidak terlalu bergantung pada smartphone.
Kedua, Erablue tumbuh cepat.
Ketiga, ERAL masih mencatat SSSG positif.
Keempat, XPENG mulai punya volume.
Kelima, F&B mulai diperbesar.
Keenam, jaringan distribusi ERAA tetap menjadi salah satu yang terbesar di
Indonesia. Jadi bisnisnya sekarang lebih terdiversifikasi.
Apa risikonya?
Konsumsi masih lemah : Kalau daya beli belum pulih, penjualan gadget dan
lifestyle bisa tetap moderat.
Ekspansi toko terlalu cepat : 221 toko baru dalam tujuh bulan cukup
agresif. Kalau produktivitas toko baru rendah, margin bisa tertekan.
Margin retail : Retail elektronik cenderung punya margin tipis. Jadi
pertumbuhan revenue tidak otomatis berarti laba tumbuh sama cepat.
EV : XPENG punya potensi, tapi kompetisi EV sangat keras.
F&B : Banyak brand F&B berkembang cepat tapi tidak semuanya
menghasilkan return tinggi.
Apa yang jadi next catalyst?
Menurut saya ada beberapa hal yang perlu dipantau.
Product cycle Q4 : Peluncuran smartphone dan gadget baru bisa mengangkat
traffic dan SSSG.
Erablue : Kalau SSSG tetap double digit, kontribusinya akan semakin
penting.
XPENG : Lihat monthly sales, produksi lokal, network dealer, dan margin.
Levi’s : Lihat apakah store productivity-nya bagus setelah masuk ke
ERAJAYA.
Oriental Kopi : Perkembangan outlet pertama akan menunjukkan apakah
F&B bisa menjadi bisnis yang scalable.
SSSG ERAA dan ERAL : Ini tetap indikator paling cepat untuk membaca
demand consumer.
Cara baca ERAA sekarang
Menurut saya urutannya seperti ini : network expansion → brand portfolio
bertambah → traffic naik → SSSG membaik → revenue tumbuh → margin terjaga →
laba naik Sekarang ERAA sudah punya jaringan dan brand. Yang sedang diuji
adalah produktivitas aset tersebut.
Pengaruh ke saham
Menurut saya, pasar tidak lagi bisa melihat ERAA hanya sebagai proxy penjualan
smartphone. Sekarang valuasinya mulai dipengaruhi oleh:
• recovery gadget
• Erablue
• ERAL
• XPENG
• F&B
• dan ekspansi jaringan.
Kalau SSSG mulai membaik dan bisnis baru terus tumbuh, market bisa mulai
memberi valuasi lebih tinggi. Tapi kalau konsumsi melemah dan ekspansi toko
terlalu agresif, margin bisa menjadi tekanan.
Kesimpulan
Menurut saya, ERAA sekarang punya cerita yang lebih sehat dibanding beberapa
tahun lalu. Bisnis digital masih menjadi fondasi. Tapi mesin pertumbuhan baru
mulai muncul dari: Erablue + ERAL + XPENG + F&B
Yang paling menarik saat ini menurut saya:
Erablue → pertumbuhan paling cepat.
ERAL → SSSG paling sehat.
XPENG → optionality terbesar.
F&B → diversifikasi jangka panjang.
Jadi posisi ERAA sekarang:
Core business: stabil.
SSSG: mulai membaik.
Expansion: agresif.
Diversifikasi: makin kuat.
Risiko: margin dan daya beli.
Yang perlu dipantau sampai akhir 2026:
SSSG + product cycle Q4 + produktivitas toko baru + XPENG sales + kontribusi
Erablue.
Kalau semuanya bergerak positif bersamaan, ERAA bisa masuk fase pertumbuhan
yang lebih kuat daripada sekadar recovery retail gadget.
Diskusi Komunitas (0)
Gembok Diskusi Terkunci
Hanya member yang sudah masuk yang bisa melihat dan ikut berdiskusi di sini.
Login Sekarang