
DOID adalah emiten
kontraktor tambang.
Bisnis utamanya ada di jasa pertambangan lewat grup BUMA, mulai dari overburden
removal, coal getting, hauling, sampai layanan operasional tambang lain. Jadi
pergerakan saham ini biasanya cukup sensitif terhadap volume pekerjaan tambang,
kontrak baru, harga komoditas, utilisasi alat berat, dan ekspansi bisnis ke
sektor mineral.
Yang menarik, DOID
sekarang masuk area buy after breakout. Harga terakhir ada di sekitar 238,
dan secara teknikal mulai keluar dari fase base yang cukup panjang. Area
breakout-nya ada di kisaran 224–242. Dari broker summary, bagian atas
sudah terlihat Big Acc, jadi ini lebih menarik dibanding saham yang
akumulasinya masih setengah-setengah. Broker detail juga masih menunjukkan Acc,
dengan net buy sekitar Rp1,8 miliar dan average broker di area 235.
Artinya, masih ada penyerapan yang cukup mendukung di area harga sekarang.
Katalis dan Risiko
DOID ke depan
• Kinerja masih
dalam fase pemulihan.
DOID memang belum sepenuhnya keluar dari tekanan kinerja. Setelah sempat
mencatatkan kerugian besar sekitar Rp1 triliun pada kuartal I/2025,
kondisi terbaru mulai sedikit membaik karena kerugiannya mengecil menjadi
sekitar Rp430 miliar pada 2026. Namun, ini tetap perlu dibaca hati-hati
karena pendapatan masih turun sekitar 6%.
• Tekanan pendapatan
banyak dipengaruhi revisi RKAB.
Penurunan pendapatan DOID tidak bisa dilepaskan dari kondisi sektor tambang
batu bara, terutama efek revisi RKAB yang membuat aktivitas tambang di kuartal
I/2026 belum maksimal. Ada rumor, kalau revisi RKAB dibuka lagi, emiten yang
sebelumnya kena batasan produksi bisa punya ruang bernapas di semester II/2026.
• Kuartal II/2026
bisa jadi titik penting.
Kalau di kuartal II/2026 DOID berhasil membalikkan kondisi dan mulai mencetak
laba bersih, ini bisa menjadi sentimen positif jangka pendek. Karena itu, data
kinerja kuartal II nanti akan cukup penting untuk melihat apakah recovery DOID
benar-benar mulai jalan atau hanya rebound sementara.
• Risiko keuangan
tetap harus diperhatikan.
Walaupun secara teknikal sahamnya mulai menarik, dari sisi fundamental DOID
masih punya risiko yang tidak kecil. Jika perusahaan kembali mencatat kerugian
besar sampai sekitar Rp900 miliar tahun ini, ada potensi tekanan ke
ekuitas. Kalau ekuitas makin tergerus, risikonya bisa melebar ke notasi
khusus dan persepsi pasar terhadap tingkat utang perusahaan.
• Kas masih cukup,
tapi bukan berarti tanpa risiko.
Positifnya, DOID masih punya kas dan setara kas sekitar Rp3 triliun,
sehingga secara likuiditas seharusnya masih cukup untuk memenuhi kewajiban
dalam waktu dekat. Tapi kalau aktivitas tambang batu bara tetap melambat sampai
2027, tekanan utang bisa kembali menjadi isu besar.
Key Points
• Harga di 238,
masuk area buy after breakout 224–242
• Broker summary atas menunjukkan Big Acc
• Broker detail menunjukkan Acc
• Net broker sekitar Rp1,8 miliar
• Average broker ada di sekitar 235
• Resistance awal di 258
• Resistance berikutnya di 282
• Support penting di 224
• Support bawah di 216
Trading Plan to
Watch
• Buy area:
224–242
• Asumsi average entry: 235
• TP 1: 258 →
potensi gain sekitar +9,8%
• TP 2: 282 → potensi gain sekitar +20,0%
• Stoploss: <216 → potensi risiko sekitar -8,1%
Catatan
DOID menarik karena
kombinasi broker accumulation dan setup breakout mulai kelihatan
jelas. Dibanding saham yang masih mentok di dalam box, DOID sudah selangkah
lebih maju karena mulai mencoba keluar dari area konsolidasinya.
Tapi tetap,
pendekatannya jangan asal kejar. Area yang lebih sehat tetap kalau harga pullback
tipis ke 230–235 lalu bisa bertahan. Kalau nanti DOID mampu bertahan di
atas 242 dan volume tetap kuat, peluang lanjut ke 258 lalu 282
akan makin terbuka. Sebaliknya, kalau turun lagi dan gagal bertahan di atas 224,
berarti breakout-nya mulai lemah dan sebaiknya tunggu setup berikutnya.
Diskusi Komunitas (0)
Gembok Diskusi Terkunci
Hanya member yang sudah masuk yang bisa melihat dan ikut berdiskusi di sini.
Login Sekarang