Grup Bakrie bukan lagi satu cerita.
Menurut saya, cara membaca Grup
Bakrie sekarang harus dipisah per mesin bisnis. BUMI dan ENRG sudah menjadi
cash engine yang terlihat di laporan keuangan. DEWA sedang masuk fase ekspansi
kontrak dan internalisasi armada. BRMS berada di fase pemulihan produksi. VKTR
adalah story pertumbuhan jangka menengah dari kendaraan listrik komersial. UNSP
dan ELTY masih membutuhkan pembuktian fundamental yang jauh lebih besar.
a)
Paling kuat
untuk fundamental saat ini: ENRG dan BUMI.
b) Paling jelas
katalis H2 2026–FY27: DEWA, karena kontrak baru mulai berjalan dan manfaat
fleet internalization berpotensi makin terlihat.
c)
Paling
menarik untuk recovery/rerating: BRMS, jika normalisasi kadar bijih + offtake
ANTM + ekspansi CIL berjalan sesuai jadwal.
d) Paling
menarik untuk future growth: VKTR, karena pabrik EV komersial sudah diresmikan
dan kebijakan industrialisasi EV pemerintah searah dengan bisnisnya.
e)
Paling
spekulatif: ELTY dan UNSP : ada tailwind sektor, tetapi profitabilitas/neraca
perusahaan belum cukup kuat.
|
NEXT STORY MAP
DEWA = execution 2026 | BRMS = recovery akhir 2026 | ENRG =
Gebang gas 2027 | VKTR = scale-up EV 2026–2028 | BUMI = diversifikasi mineral
Australia
|
Angka besar terlihat bagus, tetapi kualitas pertumbuhannya
berbeda.

Tabel kinerja dari materi pengguna. Angka BUMI, BRMS, ENRG
bertanda * menggunakan basis dolar AS; emiten lain dalam Rp juta.
Catatan penting VKTR: tabel sumber
menampilkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar Rp1,13
miliar. Rilis resmi VKTR menyebut laba bersih konsolidasi Rp10,08 miliar,
tumbuh 25% YoY. Perbedaannya berasal dari porsi laba kepentingan nonpengendali
yang besar. Untuk membaca kualitas bisnis VKTR, saya memisahkan laba
konsolidasi dan laba yang benar-benar menjadi hak pemegang saham induk.
Sumber:
VKTR 1H26 official release
Sumber:
Penjelasan porsi nonpengendali VKTR
Apakah story-nya masih relevan hari ini?
Menurut saya: ya, tetapi bukan
semuanya sama kuat. Beberapa katalis sudah berubah dari rencana menjadi
eksekusi. DEWA sudah melakukan first cut proyek Sebuku pada 1 Agustus 2026.
ENRG baru merilis kinerja 1H26 dengan penjualan +19% dan laba +27%. BRMS telah
menyelesaikan pushback River Reef pada Juli dan masuk fase normalisasi kadar.
VKTR sudah punya pabrik EV komersial yang diresmikan Presiden pada April. Jadi
narasinya masih hidup, hanya tahapnya berbeda.
|
Arah Pemerintah
|
Fakta kebijakan
|
Emiten terkait
|
Implikasi
|
|
Energi
& kelistrikan
|
RUPTL 2025–2034: 27,9 GW di 5 tahun pertama, termasuk 9,2 GW
gas.
|
ENRG
|
Gas domestik punya demand structural, Gebang lebih mudah dikaitkan dengan
kebutuhan industri/pupuk dan pembangkit dibanding spekulasi harga minyak
saja.
|
|
Downstreaming
& industrialisasi
|
RKP 2027 menempatkan downstreaming/industrialisasi sebagai salah
satu klaster prioritas.
|
BUMI, BRMS, DEWA, VKTR
|
Mendukung narasi mineral non-batu bara, kapasitas pengolahan,
jasa tambang, dan manufaktur EV.
|
|
EV /
industri hijau
|
Pabrik kendaraan komersial listrik VKTR diresmikan Presiden 9
Apr 2026; pemerintah mendorong produksi EV nasional.
|
VKTR
|
Policy alignment kuat, tetapi order book dan utilisasi pabrik
tetap penentu earnings.
|
|
B50 /
swasembada energi
|
B50 diluncurkan Juli 2026; kebutuhan biodiesel diproyeksikan
16,7–18 juta kL.
|
UNSP
|
Positif untuk permintaan CPO, tetapi tidak otomatis
menyelesaikan rugi dan masalah neraca UNSP.
|
|
Batu bara
|
RUPTL baru hanya memasukkan 3,5 GW PLTU yang sudah tahap
penyelesaian konstruksi dalam lima tahun pertama.
|
BUMI, DEWA
|
Jadi BUMI/DEWA lebih tepat dilihat dari cash flow, volume,
efisiensi dan kontrak existing, bukan growth story PLTU baru.
|
Sumber:
ESDM – RUPTL PLN 2025–2034
Sumber:
Bappenas – RKP 2027
Sumber:
ESDM – Mandatori B50
BUMI — Cash engine membaik, tapi cerita berikutnya justru non-batu
bara
KONDISI SEKARANG -> 1H26: pendapatan US$866,75 juta (+27,85%)
dan laba bersih US$58,85 juta (+188,4%). Produksi 38,5 juta ton, penjualan 38,8
juta ton, ASP FOB sekitar US$62,9/ton. Fundamental membaik, tetapi arus kas
operasi masih perlu dipantau karena 1H26 mencatat cash outflow operasional.
Apa story semester II/2026–2027?
Menurut saya, story BUMI sekarang
punya dua lapis. Lapis pertama tetap batu bara: volume, ASP dan efisiensi
menjadi mesin kas. Lapis kedua adalah diversifikasi emas/tembaga Australia
melalui Wolfram dan Jubilee. Jika aset non-coal benar-benar masuk produksi dan
kontribusinya mulai material, pasar bisa berhenti melihat BUMI sebagai pure
coal play. Ini penting karena pertumbuhan permintaan listrik nasional ke depan
makin condong ke gas dan EBT, bukan penambahan PLTU baru.
Relevansi dengan arah pemerintah
BUMI tidak punya dukungan
kebijakan baru untuk ekspansi PLTU besar; justru RUPTL menunjukkan arah
transisi. Karena itu, relevansi pemerintah lebih kuat pada tema downstreaming
mineral, industrialisasi, serta ketahanan pasokan bahan baku daripada ekspansi
coal power.
|
Kelebihan
Volume coal besar, laba 1H26 naik kuat, diversifikasi mineral
memberi optionality baru.
|
Risiko /
Kekurangan
Cash flow operasi masih negatif pada 1H26; harga coal tetap
siklikal; eksekusi aset Australia harus dibuktikan.
|
KESIMPULAN
SAYA Masih relevan. Menurut saya BUMI
cocok dibaca sebagai cash generator yang sedang mencoba membeli growth baru di
emas/tembaga, bukan sebagai “coal supercycle” baru.
Sumber:
BUMI
official media / 1H26 earnings call
Sumber:
BUMI diversifikasi Wolfram
BUMI — early recovery, belum full uptrend

Chart : MA20 = oranye, MA50 = hijau, MA200 = abu-abu. Level dibaca
dari chart, bukan data real-time setelah timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
170–175 |
155–160 | 140–145
|
190–200 |
210–220
|
Break &
bertahan >210–220 dengan volume
|
Pembacaan saya: Harga sudah
kembali di atas MA20/MA50, tetapi masih di bawah MA200. Jadi rebound-nya
konstruktif, namun struktur jangka panjang baru lebih sehat bila MA200
ditembus.
DEWA — Story paling konkret untuk H2 2026–FY27
KONDISI SEKARANG -> 1H26: pendapatan Rp3,21 triliun (+3,13%)
dan laba bersih Rp354,3 miliar (+89%). Perusahaan menekankan kenaikan kapasitas
operasional dan penguatan volume in-house. Dan proyek baru mulai masuk tahap
eksekusi.
Apa story semester II/2026–2027?
Kontrak Sebuku Sejaka Coal sekitar
US$1,3 miliar/Rp22 triliun selama lima tahun memiliki kapasitas hingga 55 juta
bcm waste removal dan 5 juta ton batubara per tahun. First cut sudah dilakukan
1 Agustus 2026. Selain itu, internalisasi armada dan pengambilalihan scope
kerja meningkatkan peluang margin karena DEWA mengurangi ketergantungan pada
subcontractor. Menurut BRI Danareksa, manfaat penuh fleet internalization dan
proyek baru berpotensi membuat volume overburden FY27 meningkat tajam.
Relevansi dengan arah pemerintah
DEWA X PEMERINTAH : Proyek tambang
existing tetap dibutuhkan untuk memasok industri, sementara DEWA menang dari
jasa kontraktor dan produktivitas. Tema industrialisasi/downstreaming juga
membuat kebutuhan jasa pertambangan mineral tetap besar.
|
Kelebihan
Visibilitas
kontrak tinggi, backlog besar, volume in-house meningkatkan kontrol margin,
Sebuku sudah mulai eksekusi.
|
Risiko / Kekurangan
Capex
berat, kebutuhan alat dan pembiayaan besar, risiko RKAB, delay deployment,
fuel cost dan financing cost.
|
KESIMPULAN
SAYA Menurut saya DEWA adalah next story
H2 2026 paling nyata di grup: bukan hanya rumor kontrak, tetapi kontrak besar
sudah first cut. Yang harus diuji berikutnya adalah ramp-up volume dan margin.
Sumber:
DEWA official 6M26
Sumber:
DEWA kontrak Sebuku resmi
Sumber:
DEWA first cut Sebuku
DEWA — konstruktif, konsolidasi dekat area breakout

Chart dari pengguna. MA20 = oranye, MA50 = hijau, MA200 = abu-abu.
Level dibaca dari chart, bukan data real-time setelah timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
430–440 | 400–410 | 360–380
|
470–480 | 520–550
|
Break >480 dengan volume batal jika kehilangan 400
|
Pembacaan saya: Harga berada
dekat MA20/MA50/MA200 dan sudah pulih dari dasar Juni. Struktur ini lebih sehat
dibanding saham grup yang masih di bawah seluruh MA. Selama 430–440 bertahan,
peluang uji 470–480 tetap terbuka.
ENRG — Fundamental paling rapi, catalyst besar menunggu Gebang
2027
KONDISI SEKARANG -> Per 18 Agustus 2026, ENRG baru merilis
1H26: penjualan +19%, EBITDA +25%, laba bersih +27%. Ini membuat ENRG menurut
saya menjadi salah satu fundamental paling konsisten di grup.
Apa story semester II/2026–2027?
Story berikutnya adalah monetisasi
gas Gebang. Pupuk Indonesia menyebut Gebang diharapkan mulai memproduksi
sekitar 40 MMscfd pada 2027 dan berpotensi meningkat menuju 100 MMscfd pada
2030. Pupuk Indonesia menjadi salah satu target market. Ada jalur demand
industri yang konkret. Di luar itu, ENRG tetap mengejar eksplorasi,
pengembangan aset existing, dan growth initiatives.
Relevansi dengan arah pemerintah
RUPTL 2025–2034 merencanakan 9,2
GW pembangkit berbasis gas dalam lima tahun pertama. Pemerintah juga
menempatkan swasembada energi dan ketahanan pangan sebagai prioritas, gas untuk
industri pupuk membuat Gebang punya relevansi langsung dengan dua tema
tersebut.
|
Kelebihan
Kinerja
laba tumbuh, portofolio produksi eksisting sudah berjalan, Gebang memberi
growth visibility 2027.
|
Risiko / Kekurangan
Capex
eksplorasi tinggi, execution risk proyek gas, harga migas dan decline rate
reservoir tetap memengaruhi hasil.
|
KESIMPULAN
SAYA Menurut saya ENRG adalah
fundamental story terbaik. Kekurangannya justru chart belum sekuat DEWA/VKTR,
sehingga fundamental dan momentum pasar belum sepenuhnya sinkron.
Sumber:
EMP 1H26 update
Sumber:
Pupuk Indonesia – potensi gas Gebang
Sumber:
JAPEX – Gebang project
ENRG — sideways / netral, perlu breakout baru

Chart : MA20 = oranye, MA50 = hijau, MA200 = abu-abu. Level dibaca
dari chart, bukan data real-time setelah timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
1.200–1.250 | 1.080–1.120 | 900–1.000
|
1.350–1.400 | 1.500–1.600
|
Break >1.400 dengan volume
|
Pembacaan saya: Harga masih
berkumpul di sekitar MA20/MA50/MA200. Fundamental membaik, tetapi chart belum
memberi trend yang tegas. Jadi ini lebih cocok dipantau untuk confirmation
daripada dikejar sebelum breakout.
BRMS — Bukan story kinerja saat ini, tetapi story recovery
produksi
KONDISI SEKARANG -> 1H26 memang lemah: pendapatan US$95,79 juta
(-20,73%) dan laba bersih US$12,92 juta (-43,74%). Tekanan utamanya datang dari
pushback River Reef yang menurunkan output dan kadar bijih. Karena itu,
membandingkan BRMS hanya dari laba 1H26 bisa menyesatkan kalau tidak melihat
fase operasionalnya.
Apa story semester II/2026–2027?
Per Juli 2026, pushback River Reef
dinilai sudah selesai dan kadar bijih diperkirakan normalisasi bertahap di H2.
CPM juga mempunyai offtake emas ke ANTM hingga 120 kg per bulan sampai Juni
2028. Katalis berikutnya adalah ekspansi CIL Plant 1 dari 500 menjadi
2.000 tpd, target selesai sekitar Oktober/Q4 2026. Motor yang lebih
besar baru muncul pada 2H27 saat tambang bawah tanah kadar 3,5–4,9 g/t mulai
berkontribusi. Jadi menurut saya BRMS adalah multi-stage recovery story.
Relevansi dengan arah pemerintah
Story BRMS sejalan dengan
hilirisasi mineral dan penguatan supply domestik emas. Namun kebijakan
pemerintah bukan jaminan laba : produksi, grade, recovery rate dan penjualan
tetap lebih menentukan.
|
Kelebihan
Aset emas besar, harga emas memberi buffer, offtake ANTM
meningkatkan visibility penjualan, CIL/underground membuka kenaikan
kapasitas.
|
Risiko /
Kekurangan
Execution risk tinggi, produksi 1H26 sudah menunjukkan
sensitivitas terhadap grade/pushback, ekspansi pabrik dan underground bisa
terlambat atau lebih mahal.
|
KESIMPULAN
SAYA Masih relevan dan menarik, tetapi
timing-nya harus disiplin. Menurut saya H2 2026 adalah fase “membuktikan
produksi kembali normal” 2027 baru fase growth yang lebih besar.
Sumber:
BRMS
official
BRMS — early recovery, tetapi trend besar belum pulih

Chart : MA20 = oranye, MA50
= hijau, MA200 = abu-abu. Level dibaca dari chart, bukan data real-time setelah
timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
600–610 | 540–560 | 480–500
|
680–700 | 780 | 840–880
|
Break >700 untuk momentum; >850 untuk repair trend besar
|
Pembacaan saya: Harga sudah
di atas MA20/MA50, tetapi masih jauh di bawah MA200. Ini cocok dengan
fundamentalnya: recovery mulai dibangun, namun pasar belum memberi konfirmasi
bahwa masalah 1H26 benar-benar selesai.
VKTR — Mesin pertumbuhan baru: EV sudah punya pabrik, sekarang
harus membuktikan skala
KONDISI SEKARANG -> 1H26 penjualan Rp646,62 miliar (+56,2%).
Rilis resmi menyebut laba bersih konsolidasi Rp10,08 miliar (+25%) dan laba
usaha sekitar Rp16,0 miliar (+1.890%). Namun laba yang diatribusikan ke pemilik
induk jauh lebih kecil karena porsi nonpengendali besar. Artinya top line
tumbuh cepat, tetapi nilai yang jatuh ke pemegang saham induk masih perlu
ditingkatkan.
Apa story semester II/2026–2027?
Presiden Prabowo meresmikan pabrik
perakitan kendaraan komersial listrik VKTR di Magelang pada 9 April 2026.
Produk yang ditampilkan mencakup bus listrik 12m/8m, forklift, transporter dan
heavy-duty truck. Menurut saya story VKTR ke depan bukan hanya penjualan bus
TransJakarta, tetapi utilisasi pabrik, perluasan pelanggan armada komersial
swasta, TKDN dan integrasi Bakrie Autoparts. Kalau volume kendaraan naik tanpa
margin ikut membaik, story tidak akan cukup. Jadi yang harus dipantau adalah
order book → unit delivery → gross margin → laba yang diatribusikan ke induk.
Relevansi dengan arah pemerintah
Ini yang paling jelas policy
alignment-nya. Pemerintah menyebut peresmian pabrik sebagai bagian penguatan
industri EV nasional dan transisi energi bersih. Presiden juga menargetkan
ekosistem EV nasional bergerak menuju produksi massal. Jadi demand policy ada,
tetapi VKTR tetap harus menang kontrak dan menjaga economics per unit.
|
Kelebihan
Pasar EV komersial masih awal, pabrik sudah beroperasi,
pemerintah mendukung industrialisasi hijau, penjualan 1H26 tumbuh cepat.
|
Risiko /
Kekurangan
Profit attributable to parent masih tipis, pelanggan/kontrak
bisa terkonsentrasi, capex dan working capital besar, valuasi bisa lebih
cepat dari earnings.
|
KESIMPULAN
SAYA Menurut saya VKTR adalah “future
story” paling menarik di Grup Bakrie. Tapi ini bukan saham yang bisa dinilai
hanya dari growth revenue. Kuncinya adalah seberapa cepat pabrik menghasilkan
laba yang benar-benar menjadi hak pemegang saham VKTR.
Sumber:
VKTR official 1H26
Sumber:
Setkab – peresmian pabrik VKTR
Sumber:
Setneg – produk EV yang ditinjau Presiden
VKTR — struktur teknikal paling konstruktif di kelompok growth

Chart : MA20 = oranye, MA50 = hijau, MA200 = abu-abu. Level dibaca
dari chart, bukan data real-time setelah timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
820–850 | 760–780 | 680–700
|
900–930 | 1.000–1.050 | 1.340
|
Break >930 dengan volume
|
Pembacaan saya: Harga sudah
berada di atas MA20, MA50 dan MA200. Dari tujuh chart yang dikirim, ini salah
satu struktur paling bersih. Artinya market mulai memberi premium pada story
EV, tetapi resistance 900–930 tetap harus dilewati untuk membuka leg
berikutnya.
UNSP — Sektor didukung B50, perusahaan belum tentu ikut menang
KONDISI SEKARANG -> Pendapatan 1H26 naik 12,13% menjadi sekitar
Rp1,28 triliun, tetapi perusahaan berbalik rugi sekitar Rp264,77 miliar. Jadi
ada gap besar antara tailwind CPO dan kemampuan perusahaan mengubahnya menjadi
laba.
Apa story semester II/2026–2027?
UNSP punya exposure pada sawit,
karet dan oleochemical. B50 jelas meningkatkan permintaan domestik CPO. Tetapi
menurut saya story ini baru bernilai kalau perusahaan bisa memperbaiki biaya,
leverage/neraca, dan profitabilitas. Tailwind sektor tidak otomatis menghapus
masalah perusahaan.
Relevansi dengan arah pemerintah
B50 yang diluncurkan Juli 2026
adalah katalis langsung untuk demand CPO. ESDM memperkirakan kebutuhan
biodiesel 16,7–18 juta kL dan CPO sekitar 15,2–16,3 juta ton. Ini positif untuk
sektor sawit secara umum.
|
Kelebihan
Exposure langsung ke sawit dan derivatif; demand domestik B50
meningkat.
|
Risiko /
Kekurangan
Rugi besar, kualitas neraca masih lemah, tren harga chart masih
di bawah MA utama.
|
KESIMPULAN
SAYA Menurut saya UNSP adalah sector
beta, bukan fundamental leader. Kalau ingin memainkan B50, investor tetap perlu
membandingkan dengan emiten sawit yang neraca dan margin lebih sehat.
Sumber:
Bakrie
Sumatera – press releases
Sumber:
ESDM – B50
UNSP — teknikal paling lemah; downtrend belum selesai

Chart : MA20 = oranye, MA50 = hijau, MA200 = abu-abu. Level dibaca
dari chart, bukan data real-time setelah timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
195–205 | 180–185 | 150–160
|
220–230 | 250–260 | 300
|
Minimal reclaim 250–260 untuk repair struktur
|
Pembacaan saya: Harga masih
di bawah MA20/MA50/MA200 dan volume membesar saat tekanan harga tinggi. Jadi
walaupun B50 menarik secara sektor, chart belum menunjukkan bahwa pasar sudah
percaya pada turnaround perusahaan.
ELTY — Ada rebound teknikal, tetapi fundamental belum memberi
story kuat
KONDISI SEKARANG -> 1H26 pendapatan naik sekitar 4,09% menjadi
Rp731 miliar, tetapi rugi membesar menjadi sekitar Rp18,05 miliar. Ini membuat
ELTY berbeda dari DEWA/ENRG: pergerakan harga bisa lebih cepat daripada
perbaikan fundamental.
Apa story semester II/2026–2027?
Bakrieland tetap memiliki aset
properti, hotel dan kawasan. Namun dari sumber yang saya cek sampai 18 Agustus
2026, saya belum menemukan proyek pemerintah 2026–2027 yang bisa diklaim
sebagai kontrak langsung ELTY.
Relevansi dengan arah pemerintah
RKP 2027 memang memasukkan
infrastruktur/housing dalam agenda pembangunan, tetapi relevansinya ke ELTY
masih bersifat makro. Yang lebih penting tetap occupancy, recurring income,
penjualan properti dan perbaikan bottom line.
|
Kelebihan
Aset properti memberikan optionality; chart mulai recovery di
atas MA utama.
|
Risiko /
Kekurangan
Masih rugi, katalis proyek langsung belum jelas, rentan menjadi
trading story tanpa perbaikan earnings.
|
KESIMPULAN
SAYA Menurut saya ELTY menarik untuk
dipantau dari flow/teknikal, tetapi belum layak disamakan dengan DEWA atau ENRG
yang katalis operasionalnya sudah lebih konkret.
Sumber:
Bakrieland
official
Sumber:
Bakrieland financial reports
ELTY — early breakout / recovery, tetapi spekulatif

Chart : MA20 = oranye, MA50 = hijau, MA200 = abu-abu. Level dibaca
dari chart, bukan data real-time setelah timestamp gambar.
|
Support
|
Resistance
|
Konfirmasi
|
|
35–36 | 30–32 | 25–27
|
42–45 | 50–55
|
Bertahan >35 dan breakout 45 dengan volume
|
Pembacaan saya: Harga sudah
berada di atas MA20/MA50 dan sekitar/di atas MA200. Secara teknikal menarik,
tetapi karena fundamental masih rugi, saya akan menuntut konfirmasi volume
lebih ketat dibanding DEWA/VKTR.
PETA NEXT STORY
Mana yang paling menarik untuk dipantau?
|
Rank
|
Saham
|
Story
|
Apa yang diuji
|
Posisi saya
|
|
1
|
DEWA
|
Execution story H2 2026
|
Kontrak Sebuku sudah first cut; fleet internalization + proyek
baru berpotensi menaikkan volume FY27.
|
High conviction – tetap pantau capex & RKAB
|
|
2
|
ENRG
|
Fundamental + 2027 gas catalyst
|
Laba tumbuh konsisten; Gebang 40 MMscfd menjadi katalis H1/2027
dan nyambung ke pupuk/ketahanan energi.
|
Fundamental kuat – chart butuh konfirmasi
|
|
3
|
BRMS
|
Operational recovery / rerating
|
Pushback selesai, grade normalisasi, offtake ANTM, CIL 2.000
tpd.
|
Upside tinggi – execution risk tinggi
|
|
4
|
VKTR
|
Long-duration EV growth
|
Pabrik sudah diresmikan, revenue tumbuh cepat, policy alignment
kuat.
|
Future growth – profit parent masih tipis
|
|
5
|
BUMI
|
Cash engine + mineral diversification
|
Coal masih menghasilkan, Wolfram/Jubilee memberi optionality.
|
Menarik – tetapi cash flow & transition risk perlu dipantau
|
|
6
|
ELTY
|
Technical recovery
|
Chart mulai membaik, tetapi proyek/earnings belum cukup jelas.
|
Speculative
|
|
7
|
UNSP
|
B50 sector beta
|
CPO tailwind kuat, tetapi rugi/neraca menahan thesis.
|
Low conviction
|
Cara membaca rotasi Grup
Bakrie
a)
Jika market
mengejar earnings yang sudah ada: lihat ENRG, BUMI, DEWA.
b)
Jika market
mengejar recovery sebelum laporan membaik: lihat BRMS.
c)
Jika market
mengejar thematic growth 2–3 tahun: lihat VKTR.
d) Jika market
hanya bergerak karena nama grup tanpa earnings/proyek konkret: perlakukan
sebagai momentum, bukan thesis fundamental.
KESIMPULAN AKHIR
Menurut saya, next game Grup Bakrie bukan satu saham. H2 2026
dipimpin execution DEWA dan recovery BRMS; ENRG menyiapkan katalis gas 2027. VKTR
membawa story EV jangka Panjang, BUMI membangun diversifikasi mineral. ELTY dan
UNSP masih harus membuktikan earnings sebelum layak
Disclaimer
Materi ini merupakan informasi dan
edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual efek. Analisis teknikal menggunakan
chart yang dikirim pengguna dan dapat berubah setelah timestamp chart. Proyeksi
proyek/earnings memiliki risiko eksekusi. Investor tetap perlu menyesuaikan
keputusan dengan profil risiko, horizon, dan harga pasar saat transaksi.
Diskusi Komunitas (0)
Gembok Diskusi Terkunci
Hanya member yang sudah masuk yang bisa melihat dan ikut berdiskusi di sini.
Login Sekarang