
Good to watch - BRPT #GTW
BRPT adalah emiten holding energi dan industri dari Barito Pacific Group. Bisnis utamanya banyak ditopang oleh dua pilar besar: TPIA / Chandra Asri di petrokimia dan energi, serta BREN / Barito Renewables di energi terbarukan. Jadi pergerakan BRPT biasanya sensitif terhadap sentimen grup Barito, kinerja TPIA, kinerja BREN, margin petrokimia/refinery, dan tema renewable energy. Barito Pacific sendiri menyebut BRPT sebagai integrated energy and industrial group dengan portofolio power dan industrial assets.
Yang menarik, BRPT sekarang sedang berada di area buy before break. Harga terakhir sekitar 1.950, dan masih berada di dalam area box 1.795–2.020. Dari broker summary, bagian atas terlihat positif karena Top 3, Top 5, sampai Average menunjukkan Big Acc. Broker detail juga masih menunjukkan Acc, dengan net buy sekitar Rp168 miliar dan average broker di area 1.869, jadi ada indikasi penyerapan yang cukup kuat di sekitar harga sekarang.
Katalis BRPT ke depan
• Kinerja 3M26 mulai membaik kuat.
BRPT mencatat EBITDA 3M26 naik 288% YoY menjadi sekitar US$567 juta, dibantu margin refinery yang kuat, integrasi segmen retail fuel, dan efisiensi di segmen renewable energy. Ini jadi katalis penting karena market biasanya merespons holding yang mulai menunjukkan pemulihan operasional.
• Exposure ke TPIA masih jadi motor besar.
BRPT punya kendali di Chandra Asri Pacific/TPIA, yang menjadi salah satu pemain petrokimia dan energi terbesar di Indonesia. Jadi kalau narasi TPIA membaik, terutama dari refinery, integrasi Aster, atau margin petrokimia, BRPT biasanya ikut dapat sentimen positif.
• Exposure ke BREN tetap jadi narasi green energy.
BRPT juga punya eksposur ke Barito Renewables. Kalau sentimen renewable energy kembali kuat, atau BREN mulai bergerak lebih stabil, BRPT bisa ikut dilirik sebagai holding yang punya tema energi hijau.
• Risiko utama tetap dari volatilitas grup Barito.
Karena BRPT sangat berkaitan dengan TPIA dan BREN, pergerakannya bisa cukup sensitif terhadap sentimen grup. Jadi walaupun broker flow terlihat akumulatif, tetap perlu disiplin di area support.
Key Points
• Harga di 1.950, masih berada di area buy before break 1.795–2.020
• Broker summary atas menunjukkan Big Acc
• Broker detail juga menunjukkan Acc
• Net broker sekitar Rp168 miliar
• Average broker ada di sekitar 1.869
• Resistance awal di 2.240
• Resistance berikutnya di 2.440
• Support penting di 1.795
• Support bawah di 1.665
Trading Plan to Watch
• Buy area: 1.795–2.020
• Asumsi average entry: 1.900
• TP 1: 2.240 → potensi gain sekitar +17,9%
• TP 2: 2.440 → potensi gain sekitar +28,4%
• Stoploss : <1.665 → potensi risiko sekitar -12,4%
Catatan
BRPT menarik karena ada kombinasi Big Acc, rebound teknikal, dan katalis pemulihan kinerja grup. Tapi karena harga sekarang sudah dekat batas atas box 2.020, entry yang lebih sehat tetap saat pullback ke area 1.850–1.900, bukan mengejar terlalu agresif.
Kalau nanti BRPT mampu tembus 2.020 dengan volume yang lebih kuat, peluang lanjut ke 2.240 lalu 2.440 akan makin terbuka. Tapi kalau gagal bertahan di atas 1.795, skenario buy before break mulai melemah dan sebaiknya tunggu setup baru.

Good to watch - CDIA #GTW
CDIA adalah emiten investasi infrastruktur dari ekosistem Chandra Asri. Bisnisnya bergerak di infrastruktur energi, air, kepelabuhan & penyimpanan, serta logistik. Jadi pergerakan CDIA biasanya sensitif terhadap perkembangan proyek infrastruktur grup, ekspansi logistik, fasilitas penyimpanan, kebutuhan utilitas industri, dan sentimen grup Chandra Asri / Barito. CDIA sendiri disebut sebagai anak perusahaan investasi infrastruktur dengan pemegang saham utama Chandra Asri Pacific dan EGCO Group.
Yang menarik, CDIA sekarang sedang berada di area buy before break. Harga terakhir sekitar 735, masih berada di dalam area box 660–765. Dari broker summary, bagian atas terlihat cukup positif karena Top 3, Top 5, sampai Average menunjukkan Big Acc. Broker detail juga menunjukkan Acc, dengan net buy sekitar Rp29,2 miliar dan average broker di area 701, jadi ada indikasi penyerapan cukup kuat di area sekarang.
Katalis CDIA ke depan
• Bisnis infrastruktur CDIA cukup terdiversifikasi.
CDIA punya empat pilar utama: energi, logistik, kepelabuhan & penyimpanan, serta air. Ini membuat story CDIA bukan hanya satu segmen, tapi lebih ke platform infrastruktur pendukung ekosistem industri.
• Dana IPO dipakai untuk ekspansi infrastruktur.
Dana hasil IPO diarahkan untuk pengembangan logistik, pembelian kapal, pembiayaan operasional, pembangunan tangki penyimpanan, pipa ethylene, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini menjadi katalis karena market akan menunggu realisasi ekspansi tersebut masuk ke kinerja.
• Kinerja 1H26 masih tumbuh dari sisi pendapatan.
CDIA membukukan pendapatan bersih sekitar US$82,1 juta pada semester I 2026, naik 22,8% YoY. Margin EBITDA juga naik menjadi 38,5%, menandakan platform infrastrukturnya masih menunjukkan pertumbuhan operasional.
• Fasilitas penyimpanan bitumen Merak jadi proyek yang perlu dipantau.
Pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen di Merak disebut sudah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026. Kalau mulai berkontribusi, ini bisa jadi katalis tambahan untuk recurring income CDIA.
Key Points
• Harga di 735, masih berada di area buy before break 660–765
• Broker summary atas menunjukkan Big Acc
• Broker detail juga menunjukkan Acc
• Net broker sekitar Rp29,2 miliar
• Average broker ada di sekitar 701
• Resistance awal di 875
• Resistance berikutnya di 995
• Support penting di 660
• Support bawah di 620
Trading Plan to Watch
• Buy area: 660–765
• Asumsi average entry: 715
• TP 1: 875 → potensi gain sekitar +22,4%
• TP 2: 995 → potensi gain sekitar +39,2%
• Stoploss utama: <620 → potensi risiko sekitar -10%
Catatan
CDIA menarik karena ada kombinasi Big Acc, buy before break, dan katalis ekspansi infrastruktur grup Chandra Asri. Tapi karena harga sekarang sudah mendekati batas atas box 765, entry yang lebih sehat tetap saat pullback ke area 690–715, bukan terlalu agresif mengejar di atas.
Kalau nanti CDIA mampu tembus 765 dengan volume yang lebih kuat, peluang lanjut ke 875 lalu 995 akan makin terbuka. Tapi kalau gagal bertahan di atas 660, skenario buy before break mulai melemah dan sebaiknya tunggu setup baru.
Diskusi Komunitas (0)
Gembok Diskusi Terkunci
Hanya member yang sudah masuk yang bisa melihat dan ikut berdiskusi di sini.
Login Sekarang