TOWR adalah emiten infrastruktur telekomunikasi dari Grup Djarum. Bisnis utamanya lewat Protelindo, iForte, dan SUPR, dengan fokus pada penyewaan menara telekomunikasi, jaringan fiber optik, dan infrastruktur digital. Jadi pergerakan saham ini biasanya dipengaruhi oleh kebutuhan ekspansi jaringan operator, pertumbuhan trafik data, tenancy ratio, ekspansi fiber, suku bunga, dan kemampuan menjaga margin. Per September 2025, TOWR memiliki sekitar 36.049 tower sites dan jaringan fiber optik sekitar 170.500 km.
Yang menarik, TOWR sekarang berada di area buy on consolidation setelah rebound dari area bawah. Harga terakhir sekitar 410, masih berada di dalam box konsolidasi. Dari broker summary terlihat ada net buy sekitar Rp7,9 miliar dengan average broker di area 407. Summary atas juga menunjukkan Normal Acc, jadi ada indikasi penyerapan, walaupun belum agresif.
Katalis TOWR ke depan
• Bisnis tower masih defensif.
Pendapatan TOWR relatif stabil karena model bisnisnya berbasis kontrak sewa menara jangka panjang dengan operator telekomunikasi. Jadi secara karakter, TOWR lebih defensif dibanding saham growth yang sangat bergantung siklus pendek.
• Fiber optik jadi mesin pertumbuhan berikutnya.
TOWR tidak hanya mengandalkan menara. Lewat iForte, perusahaan punya jaringan fiber besar dan ini penting karena kebutuhan backhaul, broadband, dan konektivitas data terus naik. Semakin tinggi konsumsi data, semakin besar kebutuhan infrastruktur fiber.
• Ekspansi ke data center dan energi surya.
Protelindo dan iForte menyiapkan perluasan usaha, termasuk energi surya dan data center. Ini bisa mengubah narasi TOWR dari tower company biasa menjadi penyedia infrastruktur digital yang lebih luas. Dalam proyeksi 2026–2035, perluasan ini disebut berpotensi menambah pendapatan sampai sekitar 26,35% terhadap pendapatan konsolidasi 2025.
• Kinerja Q1 2026 masih positif.
TOWR mencatat laba bersih kuartal I 2026 sekitar Rp940,73 miliar, naik 17,17% YoY. Pendapatan juga naik 10,82% YoY menjadi sekitar Rp3,55 triliun. Jadi narasinya bukan cuma teknikal rebound, tetapi kinerjanya juga masih tumbuh.
Key Points
• Harga di 410, masih berada di area buy on consolidation 388–418
• Broker summary menunjukkan Normal Acc
• Net broker sekitar Rp7,9 miliar
• Average broker ada di sekitar 407
• Resistance awal di 446
• Resistance berikutnya di 470
• Target lanjutan di 505
• Support penting di 388
• Support bawah di 372
Trading Plan to Watch
• Buy area: 388–418
• Asumsi average entry: 403
• TP 1: 446 → potensi gain sekitar +10,7%
• TP 2: 470 → potensi gain sekitar +16,6%
• TP 3: 505 → potensi gain sekitar +25,3%
• Stoploss: <372 → potensi risiko sekitar -7,7%
Catatan
TOWR menarik karena kombinasi bisnis defensif, ekspansi fiber, dan potensi narasi data center/energi surya. Tapi karena harga sudah dekat batas atas box, entry yang lebih sehat tetap saat pullback ke area 396–405. Kalau mampu tembus 418–446 dengan volume kuat, peluang menuju 470–505 akan lebih terbuka. Kalau jebol 388, skenario buy on consolidation mulai lemah.
Disclaimer :
Analisis ini hanya bersifat edukasi dan insight trading, bukan ajakan atau rekomendasi beli/jual saham. Tetap gunakan manajemen risiko dan sesuaikan dengan trading plan masing-masing.
Diskusi Komunitas (0)
Gembok Diskusi Terkunci
Hanya member yang sudah masuk yang bisa melihat dan ikut berdiskusi di sini.
Login Sekarang