SOCI kembali masuk radar setelah pemerintah mulai serius
membahas penguatan armada dan industri galangan kapal nasional. Momentum
tersebut muncul ketika Soechi Lines sendiri sedang memperbesar kapasitas
armada, masuk ke pengangkutan LNG, membentuk beberapa entitas usaha di pusat
maritim internasional, serta tetap memiliki galangan kapal di Tanjung Balai
Karimun. Dan SOCI sebagai salah satu
perusahaan yang berpotensi mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas energi
dan kebutuhan transportasi laut Indonesia.
Menurut saya, cerita SOCI sekarang cukup menarik karena tidak
hanya bertumpu pada sentimen pemerintah. Di belakang narasinya sudah ada bisnis
tanker yang berjalan, aset kapal yang nyata, kontrak charter, laba yang
membaik, serta ekspansi LNG yang mulai masuk tahap komersial.
Namun, bagian terpentingnya tetap bukan seberapa besar
ceritanya. Yang perlu dilihat adalah seberapa cepat seluruh ekspansi tersebut
berubah menjadi pendapatan, laba, dan arus kas.
Gambaran
singkatnya
Beberapa poin
utama yang menurut saya perlu dipahami:
a)
Kinerja kuartal I/2026 menunjukkan perbaikan kualitas laba
meskipun pendapatan menurun.
b)
Pendapatan SOCI masih didominasi kontrak charter, sehingga
relatif lebih stabil dibandingkan bisnis pelayaran yang mengandalkan pasar
spot.
c)
Akuisisi tanker LNG memperluas pasar perusahaan dari minyak dan
produk kimia menuju distribusi gas.
d)
Anak usaha baru di Marshall Islands dan Uni Emirat Arab membuka
jalur ekspansi internasional.
e)
Galangan kapal merupakan aset strategis, tetapi kontribusi
labanya masih perlu diperbaiki.
f)
Agenda penguatan kapal nasional menjadi katalis tambahan, tetapi
dampak ekonominya baru terlihat jika mulai muncul kontrak atau kebijakan
konkret.
g)
Dari chart, tren teknikal membaik, tetapi kenaikan cepat membuat
posisi saat ini tidak lagi serendah beberapa minggu sebelumnya.
Bisnis SOCI
sebenarnya cukup sederhana

Soechi Lines mempunyai dua segmen utama. Segmen pertama adalah
pelayaran. Perusahaan menyewakan kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah,
produk minyak, gas, dan bahan kimia. Segmen kedua adalah galangan kapal melalui
PT Multi Ocean Shipyard. Galangan tersebut dapat membangun kapal baru serta
menyediakan jasa perbaikan, perawatan, dan docking kapal. Perusahaan juga
menyebut fasilitasnya telah memenuhi standar IMO Hong Kong Convention untuk
kegiatan daur ulang kapal.

Menurut saya, kombinasi ini cukup menarik karena
perusahaan tidak hanya menjadi operator kapal. SOCI juga mempunyai fasilitas
pendukung untuk merawat dan membangun kapal dalam satu ekosistem usaha. Tetapi
sampai sekarang, mesin keuntungan utamanya tetap berasal dari pelayaran.
Q1/2026: pendapatan turun, laba justru naik
Pada kuartal I/2026, SOCI mencatat pendapatan bersih
sebesar US$35,39 juta, turun dari US$41,23 juta pada periode yang sama
tahun sebelumnya. Namun laba kotor meningkat dari US$9,56 juta menjadi US$11,14
juta. Laba usaha naik menjadi US$8,57 juta, sedangkan laba bersih
yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk tumbuh dari US$2,93 juta menjadi US$5,33
juta.
Secara tahunan, laba bersih pemegang saham tumbuh
sekitar 82%. Menurut saya, hasil ini lebih menarik daripada sekadar kenaikan
pendapatan. SOCI berhasil menghasilkan laba lebih besar ketika pendapatannya
justru turun.
Pendorongnya terlihat dari penurunan beban pokok
pendapatan, termasuk biaya operasional kapal, docking, serta biaya pembangunan
dan perbaikan kapal. Gross margin meningkat menjadi sekitar 31,5%,
dibandingkan sekitar 23,2% pada Q1/2025.
Artinya, fokus utama SOCI saat ini berada pada
kualitas kontrak, utilisasi armada, efisiensi biaya, dan pengendalian jadwal
docking. Kalau perbaikan margin ini bertahan hingga kuartal berikutnya, pasar
akan lebih mudah melihat bahwa pertumbuhan laba SOCI bukan hanya kejadian satu
kuartal.
Time charter menjadi fondasi kestabilan bisnis
Komposisi pendapatan Q1/2026 terdiri dari:
·
Charter sebesar US$29,05 juta
·
Spot sebesar US$4,57 juta
·
Galangan kapal sebesar US$1,77 juta
Dengan demikian, sekitar 82% pendapatan konsolidasi
berasal dari charter.
Dalam kontrak time charter, pelanggan menyewa kapal
selama periode tertentu. Pendapatan diterima sepanjang masa kontrak, sehingga
visibility-nya lebih baik daripada spot charter yang bergantung pada tarif dan
permintaan setiap perjalanan. SOCI mengakui pendapatan time charter secara
garis lurus selama masa kontraknya. Perusahaan juga menyatakan sebagian besar
kapal tankernya disewakan menggunakan model tersebut.
Menurut saya, inilah karakter defensif utama SOCI. Perusahaan
memang tetap sensitif terhadap biaya bahan bakar, perawatan, suku bunga, dan
tarif charter. Tetapi porsi kontrak jangka waktu tertentu membuat pendapatan
tidak sepenuhnya mengikuti naik-turunnya pasar spot.
Tanker LNG mulai membuka sumber pendapatan baru
Pada Maret 2025, SOCI menyelesaikan akuisisi satu
unit tanker LNG berkapasitas sekitar 74.000 DWT, dengan panjang kurang
lebih 280 meter dan lebar sekitar 43 meter.
Setelah penambahan tersebut, perusahaan menyebut
armadanya terdiri dari 31 kapal tanker dengan total kapasitas sekitar 1,65
juta DWT. Tanker LNG tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengiriman
LNG domestik dan ditargetkan mulai memberikan kontribusi pendapatan sejak 2025.
Menurut saya, langkah ini penting karena memperluas
pasar SOCI. Sebelumnya, perusahaan lebih banyak dikenal sebagai pengangkut
minyak mentah, produk minyak, dan bahan kimia. Dengan masuk ke LNG, SOCI mulai
menempatkan diri pada rantai distribusi gas yang berpotensi berkembang seiring
kebutuhan industri dan kelistrikan.
Namun, saya akan memisahkan antara dua hal.
Pertama, tanker LNG yang sudah dimiliki dan dapat
menghasilkan pendapatan.
Kedua, peluang dari proyek gas besar seperti
Masela atau Andaman, yang baru dapat dihitung ketika ada kontrak langsung
atau penunjukan yang jelas.
Jadi untuk saat ini, tanker LNG sudah menjadi aset
produktif. Sementara proyek-proyek gas besar masih merupakan potensi tambahan.
Ekspansi internasional mulai disiapkan
Sepanjang 2025, SOCI mendirikan beberapa entitas baru, antara
lain:
a) PT Sejahtera Mega Armada
di Indonesia
b) Great Sea International
Ltd. di Marshall Islands
c) Great Ocean Marine Ltd.
di Marshall Islands
d) Soechi Eternity
Maritime–FZCO di Uni Emirat Arab
e) Eternity Ocean Maritime
Ltd. di Marshall Islands
Great Sea International mulai beroperasi pada 2025, sedangkan
Great Ocean Marine mulai beroperasi pada 2026. Dua entitas lainnya belum
memulai kegiatan komersial per akhir Maret 2026.
Menurut saya, pembentukan entitas di Marshall Islands dan UAE
memperlihatkan arah perusahaan untuk masuk lebih jauh ke pasar pelayaran
internasional. Struktur seperti ini lazim digunakan untuk kepemilikan kapal,
pembiayaan, registrasi, dan kontrak lintas negara.
Namun kontribusinya masih perlu dibuktikan. Investor perlu
memantau kapal yang ditempatkan pada masing-masing entitas, kontrak yang
diperoleh, tarif sewanya, dan kontribusi EBITDA yang mulai masuk pada
2026–2027. Untuk sekarang, ekspansi global tersebut sudah membuka jalur
pertumbuhan, tetapi belum menjadi mesin laba utama.
Galangan kapal bisa menjadi optionality besar
SOCI mempunyai galangan kapal dengan biaya perolehan aset
sekitar US$68,85 juta per Maret 2026. Perusahaan juga sedang
menyelesaikan proyek konstruksi tanker minyak dan proyek panel surya untuk
fasilitas galangannya.
Secara strategis, galangan ini relevan dengan agenda pemerintah
untuk memperbesar kemampuan pembangunan dan perawatan kapal di dalam negeri. Namun
dari sisi keuangan, segmen galangan kapal masih mencatat rugi usaha sekitar US$1,18
juta pada Q1/2026. Sebaliknya, segmen pelayaran menghasilkan laba usaha
sekitar US$9,61 juta sebelum eliminasi konsolidasi.
Menurut saya, galangan kapal saat ini lebih tepat dianggap
sebagai aset strategis yang belum optimal.
Potensinya akan mulai terasa apabila:
a) utilisasi fasilitas
meningkat;
b) kontrak pembangunan
kapal bertambah;
c) pendapatan jasa repair
dan maintenance naik;
d) serta segmen tersebut
berhasil berbalik menghasilkan laba.
Kalau pemerintah benar-benar memperbesar pembangunan kapal
nasional dan melibatkan galangan swasta, SOCI memiliki posisi yang relevan.
Tetapi pasar tetap membutuhkan bukti dalam bentuk kontrak.
Agenda kapal nasional menjadi katalis tambahan
Pada 27 Juli 2026, Presiden Prabowo meminta pemerintah,
perguruan tinggi, PT PAL, BUMN, dan galangan swasta nasional memperkuat
kapasitas industri perkapalan Indonesia. Pemerintah menilai kebutuhan kapal
untuk penumpang, logistik, dan berbagai aktivitas domestik masih besar. Menteri
Investasi Rosan Roeslani juga menyampaikan bahwa pemerintah ingin meningkatkan
kemampuan galangan BUMN maupun swasta agar pembangunan kapal dapat dilakukan di
Indonesia dengan standar internasional.
Pada kesempatan yang sama, Rosan menyebut sekitar 95% kapal yang
digunakan dalam kegiatan pengiriman barang masih berbendera asing. Angka
tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong penguatan armada dan
industri galangan dalam negeri. Menurut
saya, kebijakan ini relevan bagi SOCI karena perusahaan mempunyai dua aset yang
sesuai dengan agenda tersebut :
armada tanker dan galangan kapal.
Sentimennya positif untuk sektor pelayaran nasional. Namun
kontribusi terhadap SOCI baru akan terlihat ketika pemerintah mengeluarkan
skema pendanaan, kontrak pembangunan kapal, aturan penggunaan armada nasional,
atau kerja sama langsung dengan pelaku swasta.
Valuasi SOCI di sekitar Rp458
Berdasarkan chart, harga SOCI berada di sekitar Rp458. Jumlah
saham beredar SOCI tercatat sekitar 7,059 miliar lembar. Ekuitas yang
dapat diatribusikan kepada pemilik induk pada Maret 2026 mencapai sekitar
US$411,50 juta.
Dengan asumsi kurs di kisaran Rp17.000 per dolar AS, book value
per share berada kurang lebih di area Rp990–Rp1.000. Artinya, harga Rp458 masih
mencerminkan PBV sekitar:
0,45–0,46 kali.
Laba bersih Q1/2026 sebesar US$5,33 juta jika disetahunkan
menghasilkan estimasi EPS sekitar Rp50–Rp55. Dengan asumsi tersebut, P/E
annualized berada di kisaran:
8–9 kali.
Menurut saya, valuasinya masih cukup menarik, terutama dari
pendekatan nilai buku.
Namun diskon PBV ini juga mencerminkan sifat bisnis SOCI yang
padat modal. Kapal membutuhkan utang, biaya docking, perawatan, dan investasi
berulang. Karena itu, katalis rerating paling kuat bukan hanya kenaikan nilai
aset, tetapi kemampuan perusahaan menghasilkan ROE dan arus kas yang lebih
tinggi dari aset tersebut.
Membaca chart
Secara teknikal, struktur SOCI mulai membaik.
Harga sudah bergerak di atas MA20, MA50, dan MA200.
Area konsolidasi di sekitar Rp390–Rp420 juga berhasil dilewati, yang
menunjukkan momentum pembeli mulai menguat.
Area yang menurut saya perlu diperhatikan:
Resistance terdekat:
Rp480–Rp500 Ini menjadi area psikologis sekaligus area supply terdekat.
Resistance berikutnya:
Rp520–Rp550 Ruang ini terbuka apabila harga mampu bertahan di atas Rp500 dengan
volume yang sehat.
Support pertama: Rp420–Rp430 Area
ini menjadi level penting untuk melihat apakah breakout sebelumnya bertahan.
Support berikutnya:
Rp390–Rp400 Berada dekat area moving average dan konsolidasi sebelumnya.
Menurut saya, tren jangka pendeknya positif. Namun
harga sudah naik cukup cepat dari dasar konsolidasi, sehingga pendekatan
mengejar harga menjadi lebih berisiko dibandingkan menunggu pullback atau
pembentukan support baru.
Pengaruhnya terhadap market
Berita penguatan armada nasional berpotensi
meningkatkan minat pasar terhadap sektor pelayaran, galangan kapal, offshore
support vessel, dan logistik maritim.
SOCI memiliki sensitivitas cukup tinggi terhadap
tema tersebut karena mempunyai armada tanker besar dan galangan sendiri.
Tetapi agar rerating-nya bertahan, pasar membutuhkan
perkembangan fundamental berikut:
a)
kontribusi pendapatan tanker LNG
b)
pertumbuhan pendapatan charter
c)
margin yang tetap tinggi
d)
perbaikan kinerja galangan kapal
e)
kontribusi anak usaha internasional
f)
serta kontrak nyata dari agenda industri kapal
nasional.
Menurut saya, tanpa perkembangan tersebut,
pergerakan saham akan lebih banyak didorong sentimen. Dengan perkembangan
tersebut, SOCI mulai dapat dinilai sebagai cerita pertumbuhan laba yang lebih
panjang.
Kesimpulan
Menurut saya, SOCI mempunyai kombinasi yang cukup
menarik. Bisnis inti tankernya sudah berjalan dan didominasi kontrak charter.
a)
Kinerja Q1/2026 menunjukkan margin dan laba yang
membaik.
b)
Tanker LNG membuka pasar baru.
c)
Anak usaha internasional memberi jalur ekspansi.
d)
Galangan kapal menjadi aset strategis.
e)
Dan arah kebijakan pemerintah mulai mendukung
penguatan armada serta industri kapal nasional.
f)
Di harga sekitar Rp458, valuasi SOCI masih relatif
rendah dengan PBV sekitar 0,45 kali dan P/E annualized sekitar 8–9 kali.
Namun thesis utamanya bukan sekadar saham di bawah
nilai buku. Yang lebih penting adalah apakah perusahaan mampu mengubah armada,
tanker LNG, galangan kapal, dan anak usaha baru menjadi kenaikan laba serta
arus kas yang konsisten.
Intinya, SOCI sedang berada pada posisi yang
menarik: bisnis intinya mulai lebih efisien, sementara jalur pertumbuhan
barunya mulai dibangun. Pasar selanjutnya akan menilai apakah pertumbuhan
tersebut benar-benar terlihat pada laporan Q2 dan semester II/2026.