LEAD adalah emiten pelayaran offshore untuk sektor minyak dan gas. Bisnis utamanya menyediakan kapal penunjang aktivitas lepas pantai, seperti offshore support vessel untuk kebutuhan eksplorasi, produksi, dan operasional migas. Jadi pergerakan saham ini biasanya dipengaruhi oleh aktivitas hulu migas, kontrak kapal, utilisasi armada, tarif sewa kapal, dan harga minyak. Logindo sendiri menyebut memiliki lebih dari 45 kapal offshore support vessel untuk sektor oil & gas.
Yang menarik, LEAD bukan saham yang fundamentalnya sedang mulus. Q1 2026 masih mencatat rugi bersih sekitar Rp20,1 miliar, setelah pada Q1 2025 masih laba. Jadi katalis LEAD lebih banyak datang dari potensi pemulihan kontrak kapal dan aktivitas offshore migas, bukan dari laba kuartal terakhir yang sudah kuat. Dari broker summary, terlihat ada net buy sekitar Rp3,1 miliar dengan average broker di area 99. Top broker juga menunjukkan Big Acc, jadi ada indikasi penyerapan di area bawah.
Katalis LEAD ke depan
• Aktivitas offshore migas mulai jadi perhatian lagi. Kalau proyek-proyek migas lepas pantai bergerak, kebutuhan kapal support seperti milik LEAD bisa ikut naik.
• Proyek gas besar di Indonesia bisa jadi sentimen sektor. ENI disebut menyiapkan keputusan investasi untuk proyek gas Geng North dan Gendalo-Gendang di Indonesia, dengan nilai investasi sekitar US$15 miliar. Ini bukan kontrak langsung untuk LEAD, tapi bisa menjadi sentimen positif untuk ekosistem offshore migas Indonesia.
• Kontrak baru jadi kunci utama. LEAD pernah menyampaikan akan mengumumkan jika armadanya mendapat kontrak baru. Jadi market akan menunggu update kontrak dan utilisasi kapal, bukan hanya pergerakan harga saham.
• Turnaround masih perlu dibuktikan. Tahun 2025 LEAD sempat mencatat laba bersih sekitar Rp214,4 miliar, tapi Q1 2026 kembali rugi. Jadi yang perlu dipantau adalah apakah rugi Q1 hanya sementara atau mulai menekan tren pemulihan.
Key Points • Harga di 101, masih masuk area buy on weakness 89–105 • Broker summary menunjukkan Big Acc di top buyer • Average broker ada di sekitar 99 • Resistance awal di 119 • Resistance berikutnya di 133 • Support penting di 89 • Support bawah di 82 Trading Plan to Watch • Buy area: 89–105 • Asumsi average entry: 97 • TP 1: 119 → potensi gain sekitar +22,7% • TP 2: 133 → potensi gain sekitar +37,1% • Stoploss trading: <89 → potensi risiko sekitar -8,2% • Stoploss longgar: <82 → potensi risiko sekitar -15,5%
Catatan Selama LEAD masih bertahan di atas 89, area box ini masih layak dipantau. Kalau mampu tembus 105 dengan volume lebih kuat, peluang menuju 119 mulai terbuka. Tapi kalau jebol 89, jangan dipaksakan, karena risiko turun ke area 82 masih terbuka.