MINA adalah emiten properti dan hospitality. Bisnisnya fokus pada pengembangan properti, perhotelan, real estate, dan land banking. Aset yang cukup dikenal ada di Bali, termasuk lahan di Umalas/Sanur dan bisnis villa/resort. Jadi pergerakan saham ini biasanya dipengaruhi oleh progres proyek properti, pariwisata Bali, aksi korporasi, dan sentimen dari pengendalinya. Yang menarik, katalis MINA bukan dari kinerja laba yang sudah besar, karena secara fundamental Q1 2026 masih belum kuat. Pendapatan kuartal terakhir sekitar Rp1,87 miliar dan masih mencatat rugi bersih sekitar Rp64 juta. Jadi cerita MINA lebih banyak datang dari aset, proyek, rights issue, dan ekspektasi pengembangan lahan, bukan dari laba berjalan saat ini. Dari broker summary, terlihat ada net buy sekitar Rp16,6 miliar dengan average broker di area 274. Top broker summary menunjukkan Big Acc, tapi bagian aggregate broker masih terbaca Dist, jadi tetap perlu hati-hati. Artinya ada penyerapan, tapi belum bisa langsung dianggap akumulasi bersih tanpa konfirmasi volume lanjutan. Katalis MINA ke depan • Proyek Sanur 4 hektar. Ini katalis paling penting. MINA menunjuk LAB Architecture untuk pengembangan lahan 4 hektar di Sanur, Bali. Konsepnya bukan sekadar villa biasa, tapi kawasan terpadu berisi resort mewah, serviced apartment, area kuliner, retail, dan komersial. Kalau progres proyek ini makin jelas, narasinya bisa hidup lagi. • Rights issue dan masuknya dana baru. MINA punya narasi rights issue sekitar Rp164 miliar, dan ada potensi perubahan kepemilikan dari pengendali. Ini bisa jadi sentimen karena market akan melihat dana tersebut dipakai untuk mempercepat proyek atau hanya menutup kebutuhan modal kerja. • Sentimen Bali property dan tourism. Kalau pariwisata Bali tetap kuat, aset MINA di sektor hospitality bisa ikut mendapat perhatian. Tapi ini tetap harus dibuktikan lewat okupansi, pendapatan, dan realisasi proyek. • Corporate action masih jadi motor utama. Karena kinerja laba belum besar, MINA lebih banyak bergerak karena ekspektasi corporate action dan pengembangan aset. Ini menarik, tapi juga membuat volatilitasnya lebih tinggi. Key Points • Harga di 274, masih masuk area buy on weakness 260–300 • Broker summary menunjukkan Big Acc di top buyer • Average broker ada di sekitar 274 • Resistance awal di 338 • Resistance berikutnya di 376 • Support penting di 260 • Support bawah di 238 Trading Plan to Watch • Buy area: 260–300 • Asumsi average entry: 280 • TP 1: 338 → potensi gain sekitar +20,7% • TP 2: 376 → potensi gain sekitar +34,3% • Stoploss trading: <260 → potensi risiko sekitar -7,1% • Stoploss longgar: <238 → potensi risiko sekitar -15,0% Catatan Selama MINA masih bertahan di atas 260, area box ini masih layak dipantau. Kalau mampu tembus 300 lalu lanjut ke 338 dengan volume kuat, peluang menuju 376 lebih terbuka. Tapi kalau jebol 260, jangan terlalu dipaksakan karena risiko turun ke 238 masih terbuka.