Harga emas turun ke level terendah dalam hampir dua pekan seiring dengan aksi ambil untung (profit taking) investor menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Berdasarkan data Reuters pada Kamis (23/10/2025), harga emas di pasar spot gold turun 1,7% ke level US$4.054,34 per troy ounce setelah sempat menguat hingga US$4.161,17 di awal sesi. Jika dikonversi dengan kurs Jisdor Rp16.617 per 1 US$, maka harga emas mencapai Rp2,16 juta per gram. Sementara itu, harga emas berjangka di Comex melemah 1,1% ke posisi US$4.065,40 per troy ounce.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 57% dan beberapa kali mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, serta aliran dana besar ke instrumen ETF.
Namun, pada Selasa (22/10/2025), harga emas anjlok 5,3% setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor US$4.381,21 per troy ounce.
“Melihat pergerakan agresif dalam beberapa pekan terakhir, aksi ambil untung menjelang rilis laporan CPI pada Jumat bukanlah hal yang mengejutkan,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.
Secara teknikal, harga emas masih ditopang oleh rata-rata pergerakan 21 hari di kisaran US$4.005 per troy ounce.
Data Consumer Price Index (CPI) AS untuk September, yang sempat tertunda akibat penutupan sebagian aktivitas pemerintahan (government shutdown), diperkirakan menunjukkan inflasi inti tetap berada di level 3,1%.
Investor saat ini hampir sepenuhnya memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve dalam pertemuan pekan depan. Kondisi suku bunga rendah umumnya menjadi katalis positif bagi harga emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi geopolitik, Rusia pada Rabu menyampaikan bahwa mereka masih mempersiapkan potensi pertemuan puncak antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump. Investor juga menantikan kejelasan mengenai kemungkinan pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan depan.
“Kami tetap mempertahankan pandangan bullish untuk emas dan perak hingga 2026. Setelah fase koreksi dan konsolidasi yang diperlukan ini, pelaku pasar kemungkinan akan menilai kembali bahwa faktor-faktor yang mendorong reli besar tahun ini belum sepenuhnya hilang,” tulis Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, dalam catatannya.
Untuk logam mulia lainnya, harga spot silver turun 1,6% ke US$47,95 per troy ounce setelah anjlok 7,1% sehari sebelumnya. Platinum naik 4,5% ke US$1.620,83, sementara palladium menguat tipis 0,1% ke US$1.409,80 per troy ounce.
Sumber: market.bisnis.com