Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) ditutup melonjak tajam dalam pada Selasa (2/9/2025). Penguatan itu karena ekspektasi ekspor yang lebih kuat serta pertumbuhan produksi yang melambat.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Selasa (2/9/2025), kontrak berjangka CPO untuk September 2025 melonjak 75 Ringgit Malaysia menjadi 4.383 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Oktober 2025 melejit 91 Ringgit Malaysia menjadi 4.438 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO November 2025 melesat 96 Ringgit Malaysia di 4.476 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Desember 2025 terkerek 91 Ringgit Malaysia di 4.499 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO Januari 2026 naik 84 Ringgit Malaysia menjadi 4.509 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2026 meningkat 80 Ringgit Malaysia menjadi 4.497 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, Trader komoditas David Ng mengatakan, kenaikan harga CPO dipicu oleh ekspektasi ekspor yang lebih kuat. Tidak hanya itu, sentimen pasar mendapat dorongan dari prospek output yang lesu sehingga menopang harga.
“Kami melihat level support di 4.400 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.580 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya.
Sementara itu, surveyor kargo Intertek Testing Services (ITS) mencatat ekspor minyak sawit Malaysia pada Agustus 2025 mencapai 1,42 juta ton. Angka ini naik 10,22% dibandingkan bulan Juli.
Sumber: investor.id