Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melesat lagi pada Rabu (21/1/2026), menguat lebih dari 1% ke level tertinggi dalam tujuh pekan pada Rabu (waktu setempat), seiring ekspektasi meningkatnya permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (21/1/2026), kontrak berjangka CPO untuk Februari 2026 naik 46Ringgit Malaysia menjadi 4.112 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2026 melonjak 58 Ringgit Malaysia menjadi 4.142 Ringgit Malaysia pe ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO April 2026 melesat 60 Ringgit Malaysia menjadi 4.154 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2026 melejit 59 Ringgit Malaysia menjadi 4.155 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO Juni 2026 juga terkerek 59 Ringgit Malaysia menjadi 4.149 Ringgit Malaysia per ton. Begitu juga dengan Kontrak berjangka CPO Juli 2026 yang meningkat 54 Ringgit Malaysia menjadi 4.138 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Tradingview, trader Iceberg X Sdn Bhd David Ng mengatakan, penguatan harga CPO didorong oleh proyeksi permintaan yang solid dalam beberapa pekan ke depan. “Harga CPO bergerak lebih tinggi seiring ekspektasi permintaan yang kuat menjelang musim perayaan Tahun Baru Imlek,” ujarnya.
Data dari lembaga survei kargo menunjukkan ekspor produk sawit Malaysia pada periode 1–20 Januari meningkat antara 8,64% hingga 11,4% secara bulanan.
Di pasar minyak nabati lainnya, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian menguat 0,25%, sementara kontrak minyak sawit Dalian naik 1,28%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turut menguat 0,61%.
Harga CPO umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya, mengingat seluruh komoditas tersebut saling bersaing di pasar global minyak nabati.
Tertekan Harga Minyak Mentah
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia melemah akibat perkiraan meningkatnya persediaan minyak AS, meski sempat ditopang gangguan produksi di dua ladang besar Kazakhstan serta ketegangan geopolitik terkait ancaman tarif AS atas Greenland.
Pelemahan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Nilai tukar ringgit Malaysia yang menguat 0,2% terhadap dolar AS juga membatasi kenaikan harga CPO, karena membuat komoditas tersebut lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang asing.
Malaysian Palm Oil Council memperkirakan harga CPO pada Februari akan bergerak terbatas di kisaran 4.000–4.300 Ringgit Malaysia per ton, ditopang oleh penurunan musiman produksi dan stok.
Sumber: investor.id