Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali melesat ke level tertinggi dalam tiga bulan pada Kamis (29/1/2026), mencatat kenaikan empat hari beruntun. berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh harga komoditas yang tetap solid serta kenaikan harga minyak mentah.

Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis (29/1/2026), kontrak berjangka CPO untuk Februari 2026 naik 22 Ringgit Malaysia menjadi 4.220 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2026 melesat 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.298 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO April 2026 terkerek 45 Ringgit Malaysia menjadi 4.317 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2026 melejit 46 Ringgit Malaysia menjadi 4.312 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak berjangka CPO Juni 2026 juga terkerek 44 Ringgit Malaysia menjadi 4.292 Ringgit Malaysia per ton. Begitu juga dengan Kontrak berjangka CPO Juli 2026 yang naik 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.266 Ringgit Malaysia per ton.

“Pasar minyak sawit hari ini ditopang oleh harga komoditas yang menguat, termasuk minyak mentah, serta harga minyak kedelai di Dalian,” ujar seorang pedagang berbasis di Kuala Lumpur dikutip dari TradingView.

Ia menambahkan, harga juga masih mendapatkan dukungan di tengah antisipasi pasar terhadap gelaran Price Outlook Conference yang akan berlangsung di Kuala Lumpur pada 9–11 Februari.

Di pasar lain, harga minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,89%, sementara harga minyak sawit di Dalian menguat 1,15%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut naik 0,46%.

Harga minyak sawit kerap mengikuti pergerakan minyak nabati pesaingnya karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, nilai tukar ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,31% terhadap dolar AS, sehingga membuat minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia naik sekitar 1,5% pada Kamis dan memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Penguatan ini dipicu kekhawatiran meningkatnya potensi serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran, produsen utama minyak di Timur Tengah, yang dapat mengganggu pasokan kawasan tersebut.

Kenaikan harga minyak mentah juga membuat minyak sawit semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Sumber: investor.id