Pemerintah menargetkan proses merger BUMN Karya dapat dirampungkan pada semester II-2026, setelah seluruh tahapan penyehatan keuangan dan restrukturisasi bisnis diselesaikan.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala BUMN Dony Oskaria menjelaskan, saat ini pemerintah telah menyelesaikan proses pembetulan laporan keuangan melalui impairment, yang kemudian dilanjutkan dengan restrukturisasi masing-masing perusahaan.
“Kemarin kita sudah lakukan proses pembetulan buku-bukunya. Kita udah lakukan impairment. Setelah impairment, kita lakukan restrukturisasi perusahaannya. Habis restrukturisasi, setelah sehat semua baru kita lakukan konsolidasi,” kata Dony ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menuturkan, beberapa tahun terakhir difokuskan untuk membersihkan neraca BUMN Karya, merapikan pembukuan, serta menurunkan beban utang. Setelah kondisi keuangan dan bisnis dinilai lebih sehat, barulah proses konsolidasi dilakukan.
Dony menyebut, bila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, konsolidasi BUMN Karya akan dilakukan pada paruh kedua tahun ini.
“Jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester ke-2,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan bahwa rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya batal dilakukan pada 2025 dan mengatakan proses merger akan dilanjutkan pada kuartal I-2026.
“Ya, kan sekarang sudah bulan ini [Desember 2025] juga ya. Tapi memang kita kan di Danantara ini, sekarang punya patokan bahwa apabila kita melakukan sesuatu harus tuntas dan harus secara komprehensif,” kata Rosan, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Alasan utama penundaan, adalah kondisi keuangan BUMN Karya yang dianggap masih kurang baik. Sehingga, ketika penggabungan nanti kondisi BUMN Karya sudah membaik.
“Karena kita tahu Karya itu memang kondisinya kurang sehat, jadi kita mau memastikan pada saat digabung kondisinya membaik, dan going concern ke depan lebih terjaga,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui, BPI Danantara berencana mengkonsolidasikan 7 BUMN Karya. Mengacu pada informasi yang dihimpun Bloomberg Technoz, pemerintah menyiapkan skema konsolidasi yang memposisikan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk digabungkan ke dalam PT Hutama Karya (Persero).
Di sisi lain, PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Dalam rancangan itu, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP tetap beroperasi sebagai entitas tersendiri.
Nantinya, perusahaan gabungan di bawah HK dan ADHI akan berkonsentrasi pada layanan civil engineering, mencakup aktivitas perancangan, pembangunan, hingga pemeliharaan berbagai infrastruktur dan fasilitas publik seperti gedung, jembatan, jalan, bendungan, serta sistem utilitas lainnya.
Sementara itu, PTPP akan diarahkan menangani dua lini usaha yakni civil engineering dan Engineering, Procurement, Construction (EPC), yang menempatkan perusahaan sebagai penanggung jawab penuh atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.
Sumber: bloombergtechnoz.com