
Harga Emas Melonjak 2% Lebih, Didorong Aksi Borong China
NEW YORK – Harga emas melonjak 2% lebih pada Selasa (6/5/2025), menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli dari China

NEW YORK – Harga emas melonjak 2% lebih pada Selasa (6/5/2025), menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli dari China

Emiten teknologi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melalui anak usahanya, PT Pusat Fiber Indonesia menggandeng PT Jejaring Mitra Persada (JMP), entitas dari PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), untuk mengembangkan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura.
Proyek ini merupakan bagian dari sistem komunikasi kabel laut (SKKL) dan akan dijalankan melalui skema Indefeasible Right of Use (IRU), yang memberikan hak penggunaan jangka panjang atas infrastruktur kabel serat optik.

Pembukaan kode broker dan domisili pada akhir sesi perdagangan pertama oleh otoritas bursa akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy menyampaikan saat ini pembukaan kode broker dan domisili masih dalam tahap pengembangan.
“Target implementasinya masih dalam tahap penyusunan karena saat ini sedang ada perubahan di sistem BEI,” jelasnya kepada Kontan, Senin (5/5).
Irvan menegaskan pembukaan kode broker dan domisili ini akan dilakukan secara tidak real time. Data akan dikirimkan saat sesi istirahat untuk perdagangan sesi pertama.

ABM Investama (ABMM) sepanjang kuartal pertama 2025 mencatat laba bersih USD21,45 juta. Melorot 57,60 persen dari periode sama tahun lalu senilai USD50,60 juta. Laba per

JAKARTA– Harga emas diprediksi akan melemah pada pekan ini. Bahkan, menuju level terendah dalam tiga minggu, jika menembus level krusial ini. Hal itu terjadi seiring

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur dari produk domestik bruto (PDB) pada siang ini, Selasa (5/5/2025). Sejumlah