PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mulai menyiapkan langkah ekspansi ke bisnis pusat data atau data center. Perseroan melalui entitas afiliasinya, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN), telah melakukan pembelian lahan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Berdasarkan laporan keuangan BNBR kuartal III 2025, manajemen mengungkapkan bahwa MKN telah menandatangani perjanjian jual beli tanah dengan PT Pilar Agra Unggul (PAU).

Lahan yang dibeli memiliki luas 1,67 hektare dengan nilai transaksi sebesar Rp500 miliar. Dari total nilai tersebut, MKN telah merealisasikan pembayaran uang muka sebesar Rp152,4 miliar.

“Entitas anak mengadakan perjanjian jual beli tanah dengan PAU yang terletak di Kalideres, Jakarta Barat seluas 1,67 hektar, dengan tujuan untuk membangun data center inner city (data center),” seperti dikutip dari laporan keuangan perusahaan , Minggu (18/1/2026).

Transaksi pembelian tanah tersebut dituangkan dalam Surat Perjanjian Nomor 176/MKN/PAU/PJBTANAH/IX/2024. Dalam dokumen yang sama, BNBR menyampaikan bahwa uang muka pembelian lahan dapat dikembalikan kepada MKN apabila proyek data center tidak dilanjutkan.

“PAU wajib mengembalikan dana uang muka sebesar Rp152,4 miliar secara penuh kepada MKN tanpa ada potongan,” sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan.

Terkait rencana pengembangan bisnis data center tersebut, Bloomberg Technoz telah mengajukan permohonan konfirmasi kepada Presiden Direktur BNBR Anindya Novyan Bakrie. Namun hingga berita ini ditayangkan, permintaan konfirmasi tersebut belum mendapatkan tanggapan.

Pembelian lahan di kawasan strategis dalam kota tersebut menjadi indikasi awal langkah Grup Bakrie untuk memasuki bisnis pusat data. Dalam perkembangan terakhir, sejumlah perusahaan juga mulai melirik investasi data center seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas penyimpanan dan pengolahan data di wilayah perkotaan.

Sebagai informasi, data center inner city merujuk pada fasilitas pusat data yang berlokasi di area perkotaan dengan kepadatan tinggi, umumnya berada di pusat kota, berbeda dengan data center yang berada di kawasan pinggiran atau lokasi terpencil.

Di sisi kinerja keuangan, BNBR mencatat laba sebesar Rp11,65 miliar sepanjang periode Januari–September 2025. Capaian tersebut turun 97,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp515,19 miliar.

Sumber: bloombergtechnoz.com