Harga emas menembus rekor baru di atas US$3.800 per troy ounce, didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan risiko penutupan (shutdown) pemerintahan AS. Melansir Reuters pada Selasa (30/9/2025), harga emas di pasar spot naik 1,9% ke level US$3.829,63…
Kharisma Nusantara Timur menjadi pemegang saham Humpuss Maritim (HUMI) di atas lima persen. Itu ditunjukkan dengan mengempit 1,45 miliar saham emiten asuhan Tommy Soeharto tersebut. Transaksi pembiakan saham telah ditahbiskan pada 26 September 2025. Transaksi pembelian saham tersebut dibantu oleh…
Medco Energi (MEDC) menyiapkan anggaran Rp815 miliar alias setara USD50 juta. Dana itu, diplot untuk pelaksanaan pembelian kembali alias buyback saham. Buyback tahap II tersebut akan dilakukan dalam tempo tiga bulan. Sumber dana yang digunakan sebagai biaya untuk melaksanakan buyback…
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 11 perusahaan masuk dalam daftar antrean untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) menyusul PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA). Berdasarkan data BEI, sampai dengan…
Laba PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun per Agustus 2025. Laba tahun berjalan BNI pada periode Januari-Agustus 2025 turun 5,74% secara tahunan (YoY). Mengutip laporan bulanan BNI, Minggu (28/9/2025), laba BNI di periode delapan bulan ini mencapai Rp 13,4 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode sama di tahun sebelumnya, laba BNI tercatat Rp 14,2 triliun. Dari sisi pendapatan bunga bersih, BNI tetap mengalami tekanan. Pendapatan bank berlogo 46 di periode ini hanya senilai Rp 25,3 triliun, sedikit turun dari Agustus 2024 yang senilai Rp 25,6 triliun. Tak hanya itu, beban biaya pencadangan BNI juga masih membengkak hingga Rp 4,7 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya, beban tersebut baru sekitar Rp 4,5 triliun. Meski demikian, portofolio kredit dari BNI tetap mampu mengalami peningkatan. Kredit yang BNI salurkan mencapai Rp 768,6 triliun atau naik 8,2% YoY. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang BNI himpun juga naik menjadi Rp 869,1 triliun. Sebagai perbandingan, pada periode Agustus 2024 baru senilai Rp 745,3 triliun.…
Deutsche Bank (DBKGn.DE) menaikkan proyeksi harga emas tahun 2026 sebesar US$ 300 menjadi rata-rata US$ 4.000 per ounce. Hal ini dipicu oleh kuatnya permintaan bank sentral, potensi pelemahan dolar AS, serta berlanjutnya siklus pelonggaran suku bunga Federal Reserve. Adapun, proyeksi…