Harga emas memperpanjang reli pemecahan rekor dan menembus di atas USD 5.500 per ounce pada Kamis, mencetak level tertinggi baru di tengah pelemahan berlanjut dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Momentum penguatan makin kuat setelah Presiden Trump meremehkan pelemahan dolar yang jatuh ke level terendah dalam empat tahun. Sikap ini mengindikasikan toleransi terhadap dolar yang lebih lemah, meskipun ancaman tarif masih berlanjut dan kritik terhadap independensi The Fed kembali mencuat.
Di sisi lain, The Federal Reserve menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, dengan menilai aktivitas ekonomi masih cukup tangguh dan mulai terlihat tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja. Namun, The Fed juga menegaskan bahwa inflasi masih tinggi dan prospek ke depan tetap sangat tidak pasti.
Keputusan yang terbelah, di mana dua pejabat mendukung pemangkasan suku bunga segera, memperkuat ekspektasi bahwa pelonggaran kebijakan moneter masih berpeluang terjadi di akhir tahun ini.
Kenaikan harga emas juga didukung oleh kekhawatiran pelemahan nilai mata uang (debasement), seiring risiko fiskal yang mendorong investor menjauhi mata uang dan obligasi, ditambah pembelian kuat oleh bank sentral serta arus masuk ETF yang berkelanjutan.
Sumber: tradingview.com