PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan segera mengakuisisi PT Bank Victoria Syariah Tbk (BVIS), yang nantinya akan diintegrasikan dengan unit usaha syariah (UUS) BTN sebagai bagian dari proses pemisahan unit (spin off).

Pengamat perbankan Paul Sutaryono menilai, akuisisi BTN terhadap Bank Victoria Syariah pasti memperbesar unit usaha syariah (UUS), yang harus menjadi bank syariah sesuai aturan OJK.

Kiat anorganik itu lebih cepat dan strategis daripada harus meningkatkan UUS Syariah sendiri,” jelas Paul, Senin (20/1/2025).

Dengan demikian, nanti BTN memiliki BTN Syariah, yang menurut dia, bisa leluasa untuk menembus pasar KPR syariah dengan jaringan yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan niat BTN untuk aktif berpartisipasi dalam menyukseskan agenda program 3 juta rumah pemerintah, pasca-merger.

Hal tersebut, ingin dicapai dengan meningkatkan layanan produk serta jasa keuangan syariah, setelah BTN Syariah spin-off. Namun Paul mengingatkan agar BTN Syariah memperkuat layanan melalui digital banking, guna memperluas saluran distribusi (distribution channel).

Namun harap ingat bahwa pemerintah melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) tampaknya ingin mengakuisisi BTN Syariah untuk memperbesar BSI. Menyusul tiga bank syariah, bank pemerintah yakni Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BNI Syariah yang merger menjadi BSI,” sambung dia.

Tetapi, mantan Assistant Vice President BNI periode 2005-2009 itu memandang, lebih baik BTN syariah berdiri sendiri, sehingga menjadi pesaing berat bagi BSI yang dinilai sudah terlalu besar.

Hal ini akan lebih memberi warna pada sektor bisnis perbankan syariah. “Alhasil, pembiayaan bank umum syariah (BUS) yang kini masih di bawah 10% dibandingkan dengan kredit bank umum, bakal meningkat lebih cepat,” terangnya.

Sumber : investortrust.id