PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) optimistis produksi baja meningkat di tahun 2026. Di mana, KRAS menargetkan produksi baja sebanyak 1,2 juta – 1,3 juta ton pada tahun ini.
Corporate Secretary Krakatau Steel Fedaus mengatakan, dengan satu pabrik eksisting di Cilegon saat ini, KRAS menargetkan produksi sebanyak 1,2 juta – 1,3 juta ton di tahun 2026. Sebagai gambaran, produksi baja KRAS di tahun 2025 sebanyak 936 ribu ton 2025.
Artinya, produksi baja KRAS bisa naik hingga 38% di tahun 2026.
“Nilai ini (target tahun 2026) belum termasuk tambahan dari proyek pabrik slab baru bersama Danantara. Pembangunan pabrik slab bersama Danantara masih proses feasibility study (FS),” ujarnya kepada Kontan, Jumat (6/2/2026).
Terkait proyek bersama Danantara, Fedaus menjelaskan bahwa sejak Januari 2026, KRAS mendapat informasi ada pemberian dua proyek hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, proyek pengolahan pasir besi untuk pembuatan bahan baku untuk produksi slab. Kedua, proyek nikel yang dipakai untuk bahan baku pembuatan stainless steel.
“Proyek realisasi ini memang masuk dalam program percepatan oleh Prabowo, yang mana diberikan kepada Danantara Asset Management (DAM),” ungkapnya.
Saat ini, progres proyek ada di tahap FS yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Harapannya, tambahan produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan domestik yang pada gilirannya akan mengurangi impor baja.
Fedaus bilang, kebutuhan baja di dalam negeri meningkat sekitar 5%-6% setiap tahunnya. Sebagai gambaran, pada tahun 2025 kebutuhan baja sebanyak 18 juta – 19 juta ton. Padahal, produksi baja di dalam negeri hanya sekitar 14 juta ton.
“Ini melindungi industri baja di dalam negeri dengan anti-dumping dan safeguard. Lalu, ini bisa mengutilisasi bahan baku yang ada di dalam negeri agar bisa dipakai secara maksimal oleh industri di Tanah Air,” katanya.
Asal tahu saja, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan pihaknya memiliki target agar industri dalam negeri dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.
Untuk mencapai hal tersebut, Danantara tengah menjalankan beberapa proyek strategis, dengan sektor baja menjadi prioritas perbaikan saat ini.
Langkah konkret yang diambil adalah melakukan intervensi langsung terhadap kinerja Krakatau Steel untuk memperbaiki kondisi perusahaan.
Dony mengklaim, langkah intervensi tersebut mulai menunjukkan hasil positif yang terlihat dari kinerja keuangan KRAS.
“Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat, secara finansial Danantara sudah melakukan intervensi dan juga perbaikan terhadap kesehatan daripada perusahaan kita Krakatau Steel,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Rabu (4/2/2026).
Selain itu Danatara juga berinisiatif untuk membangun pabrik slab di Cilegon, Banten. Kapasitas produksi pabrik yang dibangun tanpa investasi bersama mitra luar itu hingga 3 juta ton per tahun.
Sayangnya, Dony belum bisa menyebutkan nilai investasi proyek jumbo tersebut.
Sumber: industri.kontan.co.id