Bank sentral China terus menambah cadangan emasnya, memperpanjang tren pembelian yang telah berlangsung selama 15 bulan berturut-turut.

Langkah bank sentral ini menandai kuatnya permintaan lembaga negaga terhadap emas di tengah fluktuasi naik turun tajam dalam setahun terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Minggu (8/2), cadangan emas yang dimiliki bank sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) meningkat 40.000 ons troy pada bulan lalu. Dengan capaian ini, China menumpuk emas sebesar 74,19 juta troy ounce (sekitar 2.307,57 ton emas).

Bank sentral China memulai putaran terbaru pembelian emas pada November 2024, dan sejak itu secara konsisten menambah kepemilikan logam mulia tersebut sebagai bagian dari cadangan devisa.

Di pasar, lonjakan minat spekulatif sempat mendorong harga emas dan perak ke level tertinggi pada Januari sebelum terkoreksi tajam di akhir bulan. Harga kemudian pulih sebagian, meskipun volatilitas masih tinggi seiring investor menata ulang posisi mereka pascapenurunan tersebut.

Secara global, pembelian emas oleh bank sentral yang menjadi pemicu reli meningkat pada kuartal terakhir 2025. World Gold Council (WGC) mencatat total pembelian emas bank sentral sepanjang 2025 mencapai lebih dari 860 ton.

Kendati lebih rendah dibandingkan pembelian di atas 1.000 ton per tahun dalam tiga tahun sebelumnya, WGC menilai permintaan emas bank sentral masih akan tetap tinggi dan memperkuat peran emas dalam cadangan resmi.

Sumber: market.bisnis.com