Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia akan melakukan groundbreaking pabrik baja milik Krakatau Steel dalam waktu dekat.

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari agenda hilirisasi industri yang mulai digencarkan tahun ini. Dony mengatakan lokasi dan detail proyek akan diumumkan secara resmi pada pekan depan.

“Surprise ya sebenarnya. Minggu depan ada pengumuman,” kata Dony. Namun Ia mengiyakan saat media menyebut nama Cilegon.

Dony menegaskan pabrik tersebut berada di bawah Krakatau Steel dan menjadi bagian dari investasi Danantara di sektor hulu industri baja. Menurut dia, proyek di Cilegon difokuskan pada pembangunan pabrik slab untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku baja.

“Kalau sekarang kan slab-nya masih impor. Nanti kita punya pabrik slab-nya. Kemudian kita buat juga downstream-nya,” ujarnya.

Ia menyebut Danantara saat ini tengah menggarap 21 proyek hilirisasi yang seluruhnya dikerjakan secara mandiri untuk mempercepat pembangunan industri nasional. Salah satu fokus utamanya adalah penyehatan Krakatau Steel sebelum kembali memperkuat bisnis hulu.

“Sekarang kondisi keuangannya sudah mulai sehat, sudah kita rapikan. Bisnis modelnya sudah kita rapikan. Kita mulai main lagi di upstream-nya,” kata Dony.

Selain baja, Danantara juga menyiapkan pengembangan industri strategis lainnya, termasuk perkapalan melalui penguatan PT PAL Indonesia, industri perkeretaapian melalui PT Industri Kereta Api, serta pengembangan industri aluminium.

Dony menambahkan, pekan depan Danantara akan melakukan sejumlah groundbreaking proyek hilirisasi lain, termasuk pabrik alumina dari bauksit, bioetanol, dan bioavtur.

“Nanti teman-teman akan lihat bahwa minggu depan itu kurang lebih hari Jumat, kita akan melakukan ada enam groundbreaking,” ujarnya.

Terkait nilai investasi proyek pabrik baja Krakatau Steel, Dony menyebut angka pastinya akan diumumkan bersamaan dengan agenda groundbreaking.

Diberitakan sebelumnya, Danantara Indonesia tengah menyiapkan penambahan kapasitas produksi baja PT Krakatau Steel (KRAS) sebesar 3 juta ton per tahun sebagai bagian dari upaya penyehatan keuangan perusahaan pelat merah tersebut.

“Yang kedua adalah bahwa salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan oleh Danantara tahun ini adalah pengembangan upstream daripada industri baja kita yang akan segera kita groundbreaking di bulan depan itu untuk penambahan kapasitas 3 juta ton daripada baja kita,” jelas Dony dalam Raker dan RDP bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

Penambahan kapasitas ini, ungkap Dony diharapkan mampu memperkuat pasokan baja dalam negeri, seiring meningkatnya kebutuhan dari berbagai proyek strategis nasional serta agenda industrialisasi yang tengah didorong pemerintah.

Selain baja, Danantara juga menyiapkan konsolidasi industri perkapalan dengan menjadikan PT PAL Indonesia sebagai anchor (jangkar utama) nasional. Seluruh kebutuhan manufaktur kapal dari perusahaan di bawah Danantara, seperti PT Pertamina International Shipping (PIS), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP), akan diwajibkan dikerjakan di PT PAL guna memperkuat industri galangan kapal domestik.

“Sekali lagi tujuannya adalah untuk mengembangkan industri kita ke depan sebagaimana kita yakini di dalam roadmap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Dony. “Dengan demikian industri ini akan memberikan dampak terhadap employment dan juga tentu mengurangi import kita.” 

Di sektor transportasi, Danantara turut memperkuat PT Industri Kereta Api (INKA) sebagai pusat manufaktur kereta api nasional. Saat ini INKA memiliki fasilitas produksi di Madiun dan Banyuwangi, dengan rencana penambahan pabrik baru di Banyuwangi. 

Ke depan, seluruh kebutuhan manufaktur dan perbaikan sarana perkeretaapian akan diarahkan ke INKA.

Kebijakan tersebut, kata Dony sejalan dengan roadmap pemerintah yang menempatkan kereta api sebagai tulang punggung transportasi massal, termasuk program elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Rangkasbitung, Jakarta-Sukabumi, serta di lima kota lainnya.
Sumber: bloombergtechnoz.com