PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) melalui anak usahanya meneken nota kesepahaman dengan PT CCEPC Indonesia untuk mengeksplorasi potensi kerja sama proyek sampah jadi listrik atau waste-to-energy (WTE) di Bali. Proyek berdampak lingkungan ini disodorkan oleh SWF Danantara dengan mengundang para pengelola sampah berpengalaman dari seluruh dunia.
Dalam kolaborasi tersebut, PT Sirkular Karya Indonesia atau SKI selaku entitas anak IMPC akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi yang mengarahkan pendanaan terhadap proyek WTE.
Sementara itu, CCEPC, yang merupakan perusahaan rekayasa internasional bakal menyediakan dukungan teknis krusial sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan O&M (Operation & Maintenance).
CCEPC juga bertanggung jawab menyiapkan studi kelayakan untuk SKI, serta melakukan penilaian terhadap jenis limbah yang tersedia di lokasi proyek, dan mendukung SKI dalam memenangkan setiap tender yang diikutinya.
Direktur Utama SKI Sugiarto Romeli mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen di bidang keberlanjutan.
“SKI juga terus berupaya mengambil peran dalam mendukung inisiatif ramah lingkungan, termasuk pengembangan solusi daur ulang dan ekonomi sirkular,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, dalam perkembangan lain, IMPC tengah menyiapkan langkah strategis melalui peluang akuisisi, baik di dalam maupun luar negeri, didukung posisi keuangan yang solid dan kas konsolidasi yang memadai.
Hingga kuartal III/2025, IMPC membukukan pendapatan bersih Rp3 triliun, naik 9% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp2,8 triliun. Adapun laba bersih mencapai Rp466 miliar atau meningkat 15,5% year on year (YoY).
Direktur Utama Impack Pratama Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan kinerja tersebut memperlihatkan ketahanan dan daya saing perseroan dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi saat ini.
“Kami berkomitmen menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan memperkuat fundamental keuangan kami,” ucapnya, Senin (10/11/2025).
Menurut Haryanto, perseroan terus menjajaki berbagai peluang akuisisi baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini seiring dengan dukungan posisi keuangan, kas konsolidasi yang solid, dan kemampuan menghasilkan EBITDA secara konsisten.
IMPC tercatat meraih laba usaha Rp624 miliar atau tumbuh 10,2% YoY, seiring dengan margin laba usaha yang meningkat menjadi 20,6%. Adapun EBITDA tumbuh 11,7% menjadi Rp759 miliar, dengan margin sebesar 25,1%.
“Kondisi tersebut memungkinkan perseroan untuk bergerak cepat apabila terdapat target akuisisi yang sesuai,” pungkas Haryanto.
Sumber: market.bisnis.com