PT Timah Tbk (TINS) tengah merancang proposal yang akan ditujukan kepada Danantara Indonesia untuk menginjeksi modal ke anak usaha perseroan yang akan menjalankan bisnis produk hilirisasi timah, PT Timah Industri.

Anak usaha TINS yang beroperasi di Cilegon, Banten tersebut berencana memproduksi beberapa produk hilirisasi seperti tin soldier, tin chemical, hingga tin powder yang saat ini dalam proses pengembangan.

Direktur Pengembangan Usaha PT Timah Tbk (TINS), Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengungkapkan bahwa terkait hilirisasi, Danantara telah berkomitmen untuk mendukung baik hilirisasi maupun proses hulu TINS.

“Saya sempat mendengar dan beberapa kali rapat dengan Pak Rosan (CEO Danantara) menyampaikan itu. Artinya, kami pun tengah menyiapkan semacam proposal bisnis yang dilakukan PT Timah Industri untuk kiranya dapat diinjeksi atau investasi yang bisa dilakukan oleh Danantara terhadap PT Timah Industri,” kata Suhendra dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS), Harry Budi Sidharta menambahkan bahwa produk hilir timah seperti timah soldier dan powder sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan yang diharapkan nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Namun, belum diketahui seberapa besar dampak hilirisasi timah tersebut terhadap bottom line TINS. Sebab bagaimanapun, menurut Harry, produk hilir timah sangat bergantung pada suplai dan permintaan serta hidupnya industri timah seperti industri elektronik dan pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Apabila industri ikutan tersebut sudah terbangun, TINS tentu bisa berpartisipasi dan Indonesia tidak memerlukan lagi untuk melakukan impor karena kebutuhan dalam negeri akan dipasok oleh perseroan. “Kalau di Indonesia sudah ada industri elektronik yang di-drive oleh EV, kami yakin pendapatan TINS bisa bertambah,” jelas Harry.

Sebelumnya, CEO Danantara yang juga menteri Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong program hilirisasi di semua komoditas atau sumber daya yang potensial. Harapannya, hal tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi domestik.

Rosan menambahkan, kendati Indonesia memiliki potensi sumber daya yang melimpah, pihaknya memastikan hilirisasi yang dijalankan tidak asal-asalan, melainkan mempertimbangkan sejumlah aspek. Karena itu, setiap komoditas yang masuk dalam program akan dibuatkan roadmap alias peta jalan hilirisasi.

“Hilirisasi yang ingin kita lakukan, tentunya hilirisasi yang mempunyai nilai tambah. Yang mempunyai daya saing tinggi. Kita tidak ingin punya hilirisasi secara asal-asalan,” papar Rosan dalam acara Investor Daily Summit 2025 di Jakarta International Convention Center, belum lama ini.

Sumber: investor.id