Harga emas dunia dibuka terangkat lebih dari 2% pada Senin (10/11), hingga mencapai level tertinggi dalam dua minggu.

Dikutip dari laman MarketScreener, Selasa (11/11/2025) penguatan pada harga emas terjadi seiring data ekonomi Amerika Serikat yang lemah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga.

Harga emas juga menguat setelah Senat AS resmi menyetujui RUU pendanaan untuk mengakhiri government shutdown dan memulihkan aktivitas pemerintahan.

Harga emas spot terangkat 2% menjadi US$ 4.079,71 per troy ons pada Senin pagi (10/11) waktu AS, setelah mencapai level tertinggi sejak 27 Oktober 2025 di awal sesi perdagangan. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik 2% menjadi US$ 4.090,80 per troy ons.

Data pekan lalu menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja pada bulan Oktober, dengan kerugian di sektor pemerintah dan ritel. Selain itu, sentimen konsumen AS juga merosot pada awal November 2025 karena kekhawatiran rumah tangga terhadap dampak ekonomi.

Wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, Peter Grant memproyeksi harga emas ke depan dapat mencapai ke titik level US$ 4.200 per troy ons hingga US$ 4.300 per troy ons. 

Grant juga menyebut, harga emas di level psikologis US$ 5.000 per troy ons menjadi target yang wajar untuk kuartal pertama tahun 2026 mendatang.

Adapun Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa harga emas berpeluang menyentuh level US$ 4,500 per troy ons jika data perekonomian AS kembali terbuka setelah berakhirnya shutdown.

“Berakhirnya penutupan pemerintah diperkirakan akan membuka pintu bagi rilis data ekonomi AS lainnya dalam beberapa hari mendatang. (Maka) Harga emas dunia siap menuju US$ 4,500 per troy ons dalam bulan November,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/11/2025).

Sumber: investor.id