PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 9 per saham pada bulan Desember mendatang. Dividen senilai total Rp 571,2 miliar tersebut, setara dengan 96,56% dari laba bersih emiten Grup Emtek ini pada sembilan bulan 2025.

Sebelumnya, SCMA telah membagikan dividen tahun buku 2024 senilai Rp 1,46 triliun atau lebih dari dua kali lipat laba perusahaan di tahun lalu.

“Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada tanggal 7 November 2025, perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen interim untuk periode tahun buku 2025 dengan total nilai dividen setinggi-tingginya Rp 571.206.378.465,” kata Corporate Secretary Surya Citra Media (SCMA), Gilang Iskandar dalam keterangan resminya, Senin (10/11/2025).

Gilang mengungkapkan, data keuangan yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 591,57 miliar pada sembilan bulan 2025. Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 6,29 triliun dan total ekuitas Rp 7,96 triliun per 30 September 2025.

Dia menjabarkan, tanggal cum dividen SCMA di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 18 November 2025, disusul ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 19 November, cum dividen di pasar tunai dan daftar pemegang saham yang  berhak atas dividen tunai pada 20 November, serta ex dividen di pasar tunai pada 21 November 2025.

“Tanggal pembayaran dividen pada 9 Desember 2025,” kata Gilang.

Sebelumnya pada 27 Mei 2025, SCMA telah membagikan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp 1,14 triliun atau Rp 18 per saham. Di mana pada 6 Desember 2024, perseroan sudah lebih dulu membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp 5 per saham atau total Rp 316,86 miliar.

Dengan demikian, SCMA membagikan dividen total tahun buku 2024 sebesar Rp 23 per saham atau Rp 1,46 triliun. Dividen yang dibagikan tersebut mencapai lebih dari dua kali perolehan laba bersih 2024 perseroan yang sebesar Rp 594,85 miliar.

Dividen SCMA yang dibagikan sebesar Rp 23 per saham tersebut, diambil dari seluruh laba tahun berjalan konsolidasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2024, dan sisanya berasal dari laba ditahan perseroan yang belum ditentukan penggunaannya pada akhir tahun buku 2024.

Sejalan dengan fundamental keuangan yang kuat, saham perseroan berkode SCMA juga menunjukkan kinerja yang solid. Dalam satu minggu terakhir, saham SCMA menguat 2

Sumber: investor.id