Kinerja keuangan emiten rumah sakit Hermina, PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL), mengalami penurunan, di tengah kenaikan pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangan, HEAL sejatinya mencatat kenaikan pendapatan 5,20% secara tahunan menjadi Rp5,29 triliun pada kuartal III-2025.
Namun, beban pokok HEAL naik 11,71% secara tahunan menjadi Rp3,52 triliun. Ketidakseimbangan pendapatan dan beban pokok ini membuat laba kotor perusahaan turun 5,71% secara tahunan jadi Rp1,77 triliun.
HEAL sebenarnya mampu menahan kenaikan beban usaha, sehingga kenaikannya hanya 1,24% secara tahunan menjadi Rp1,04 triliun.
Akan tetapi, kenaikan beban pokok sudah terlalu tinggi. Imbasnya, laba usaha HEAL jatuh 13,28% secara tahunan menjadi Rp751,1 miliar.
Tekanan kian besar, lantaran biaya keuangan & administrasi bank HEAL lompat 45,09% menjadi Rp180,62 miliar.
Kenaikan itu tidak mampu dikompensasi oleh penghasilan keuangan HEAL yang justru turun 11,29% secara tahunan menjadi Rp20,19 miliar.
Akibatnya, HEAL membukukan laba bersih Rp356,02 miliar, turun 23,95% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp468,16 miliar.
Sumber: bloombergtechnoz.com