PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menyatakan kesiapannya untuk membangun Pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Kota Cilegon, Banten.
Proyek ini telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah, sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah. Status PSN ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan sesuai dengan misi perusahaan sebagai Mitra Pertumbuhan.
“Melalui pembangunan Pabrik CA-EDC ini, kami berharap dapat turut mendukung Asta Cita dengan mendorong hilirisasi industri dan mengurangi ketergantungan bahan kimia impor,” ujarnya.

Saat ini, perusahaan telah mengantongi sejumlah dokumen perizinan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
“Kami berharap pembangunan Pabrik CA-EDC ini dapat berjalan lancar dengan dukungan dari seluruh pihak untuk membantu pertumbuhan ekonomi 8 persen serta berperan dalam menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” tambah Erwin.
Untuk diketahui, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menetapkan PSN yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan, tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
PSN dirancang sebagai proyek strategis yang berdampak besar pada pencapaian sasaran RPJMN, terutama dalam mendukung Program Prioritas Presiden. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengurangi kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan pemerataan pembangunan.
Dari 77 program PSN, hampir setengahnya melibatkan kerja sama dengan pihak swasta, termasuk Pabrik CA-EDC yang dibangun oleh Chandra Asri Group.
Proyek pabrik CA-EDC ini menelan investasi sebesar Rp 15 triliun dan akan dikelola oleh anak usaha Chandra Asri Group, yaitu PT Chandra Asri Alkali (CAA). Pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi 400.000 ton per tahun untuk kaustik soda basah dan 500.000 ton per tahun untuk Ethylene Dichloride (EDC).
Kaustik soda digunakan dalam proses pemurnian alumina dan nikel, komponen baterai kendaraan listrik (EV), serta industri pulp & paper dan rumah tangga. EDC adalah bahan utama pembuatan Polynvinyl Chloride (PVC) untuk sektor konstruksi, seperti pipa plastik.
sumber : Kompas.com